SMPN 1 Gudo Jombang Mantapkan Predikat Gerakan Sekolah Sehat, Majukan Prestasi dan Kokohkan Ikon Shorinji Kempo

  • Whatsapp

GUDO, KabarJombang.com – SMPN 1 Gudo Jombang terus menunjukkan komitmen besar sebagai sekolah berbudaya sehat dan berprestasi. Melalui penerapan Gerakan Sekolah Sehat (GSS) serta pengembangan berbagai program unggulan, sekolah ini berhasil menjadi percontohan di tingkat provinsi sekaligus mencatatkan banyak capaian di bidang olahraga, khususnya Shorinji Kempo yang telah menjadi ikon kebanggaan.

Kepala SMPN 1 Gudo, Muhammad Rudi Hidayat, melalui Kaur Kesiswaan Rangga Kusuma Arif, menjelaskan bahwa predikat GSS berawal dari keberhasilan sekolah meraih Juara 1 Lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Keberhasilan itu kemudian mengantarkan SMPN 1 Gudo ditunjuk sebagai pelopor GSS tingkat provinsi.

Baca Juga

“Program GSS di sekolah ini terintegrasi dengan program Adiwiyata karena keduanya memiliki konsep yang sama, yakni menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan berkelanjutan. Kegiatan yang berjalan secara rutin meliputi senam GSS setiap pagi, program makan bergizi yang dilakukan bergiliran setiap Jumat, serta pelaksanaan Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI) setiap tahun melalui mata pelajaran PJOK,” terangnya saat dikonfirmasi pada Senin (8/12/2025).

Sejalan dengan budaya sehat, SMPN 1 Gudo juga sukses membangun reputasi sebagai sekolah berbasis olahraga berkat Dojo Shorinji Kempo yang berdiri sejak era kepemimpinan Kepala Sekolah Sugeng.

Keberadaan dojo memungkinkan sekolah membina atlet dari tingkat SD hingga SMP, sehingga para siswa sudah memiliki dasar kuat ketika bergabung di SMPN 1 Gudo. Pembinaan intensif ini membuahkan prestasi yang membanggakan di berbagai kejuaraan.

Pada ajang Porprov Malang Jawa Timur 2025, pasangan Aira Syifa dan Arum Shelvia berhasil meraih Juara 3 kategori Embu Pasangan Putri Kyu 3. Prestasi lainnya datang dari Danendra Waradana yang memperoleh Juara 3 Randori Remaja kelas 45 kg pada Kejurprov Jawa Timur di Tuban.

Tidak hanya itu, pada Kejuaraan Antar Pelajar Shorinji Kempo se-Kabupaten Jombang memperebutkan Piala Kepala Dinas Pendidikan yang digelar di Aula Kodim 0814 Jombang pada 29–31 Agustus 2025, Dojo SMPN 1 Gudo keluar sebagai Juara Umum 1.

Prestasi tersebut diraih melalui torehan medali dari banyak atlet. Di antaranya, Jessica Ongkohadi yang meraih Juara 1 Tandoku Solo Kyu 4, Juara 2 Beregu Putri, dan Juara 2 Randori kelas 40 kg.

Afifah Jiyah menyumbang Juara 2 Tandoku Solo Kyu 6, Juara 2 Beregu Campuran, dan Juara 3 Randori kelas 45 kg.

Thalieta Putri turut memperkuat kemenangan dengan meraih Juara 3 Tandoku Solo Kyu 6, Juara 2 Beregu Campuran, dan Juara 3 Randori kelas 55 kg.

Sementara itu, Stevani Putri menyumbang Juara 2 Beregu Putri, Juara 3 Beregu Campuran, serta Juara 2 Randori kelas 50 kg.

Atlet lain seperti Yusmia Juliarahma juga tampil gemilang dengan meraih Juara 2 Tandoku Solo Kyu 5, Juara 2 Beregu Putri, dan Juara 1 Randori kelas 50 kg.

Selain itu, Ahmad Fauzan sukses meraih Juara 2 Tandoku Solo Kyu 3 dan Juara 2 Randori kelas 60 kg.

Bagas Ramdhan menyumbang Juara 2 Beregu Putra, Juara 3 Beregu Campuran, dan Juara 2 Randori kelas 55 kg.

Kemudian, Ganendra Waradana mencatatkan Juara 3 Tandoku Solo Kyu 3, Juara 2 Beregu Putra, serta Juara 2 Randori kelas 45 kg.

Tidak ketinggalan, Alfareza Ar Rayyan meraih Juara 2 Beregu Campuran dan Juara 2 Randori kelas 50 kg, sementara Dhenis Tegar membawa pulang Juara 2 Tandoku Solo Kyu 4 dan Juara 2 Beregu Campuran.

Atlet lainnya, Tegar Darmawan, berhasil menjadi Juara 1 Randori kelas 55 kg, dan Riyo Andika Pratama menambah koleksi prestasi dengan meraih Juara 3 Beregu Campuran, Juara 2 Beregu Putra, serta Juara 2 Randori kelas 65 kg.

Rangkaian prestasi tersebut mengukuhkan SMPN 1 Gudo sebagai juara umum selama dua tahun berturut-turut.

Tidak hanya fokus pada kesehatan fisik dan prestasi olahraga, SMPN 1 Gudo juga aktif melaksanakan Program Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksual (PKRS).

“Program ini menghadirkan narasumber kompeten untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada siswa, khususnya siswi, terkait isu-isu reproduksi dan batasan pergaulan sehat,” jelasnya.

Untuk mendukung Adiwiyata dan kurikulum terbaru, sekolah juga menjalankan program Ecobrick, di mana siswa dilatih memanfaatkan sampah plastik menjadi material konstruksi sederhana.

“Program yang berlangsung setiap Jumat ini menghasilkan karya yang digunakan untuk memperindah taman dan lingkungan sekolah,” paparnya.

Dengan berbagai program yang terintegrasi dan prestasi yang terus bermunculan, SMPN 1 Gudo menegaskan diri sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam pembentukan karakter dan kesehatan siswa, tetapi juga dalam prestasi olahraga dan kepedulian lingkungan.

Berita Terkait