MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Ada yang tidak biasa yang dilakukan oleh warga Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang dalam memperingati HUT Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia pada tahun ini. Kekompakan mereka nampak pada lomba-lomba tradisional yang digelar di Lapangan Desa setempat.
Ada lomba gobak sodor, lomba egrang estafet hingga lomba balap bakiak beregu. Aksi penuh keseruan, kebersamaan dan kehangatan nampak pada masing-masing lomba yang diikuti oleh orang dewasa hingga anak-anak.
Salah satunya lomba egrang estafet. Lomba ini dimainkan oleh 2 orang secara bergantian dalam satu tim. Orang pertama mulai melaju menggunakan egrang dari garis start, sedangkan orang kedua menunggu digaris finish untuk bergantian balap egrang dengan tim yang lain.
Tawa warga pecah saat salah satu peserta terjatuh dari egrang dan terguling di lapangan. Namun sorak warga tetap memberi semangat kepada para peserta. Tak mudah memang menggunakan permainan tradisional ini, butuh keseimbangan tubuh yang mumpuni untuk bisa menggunakan alat ini hingga menuju garis finish.

Tak kalah serunya yakni lomba balap bakiak beregu. Lomba ini diikuti oleh 3 orang dalam satu tim. Butuh kekompakan dalam tim untuk melakukan permainan ini. Saat hitung mundur dari panitia menandakan dimulainya lomba, masing-masing tim langsung adu cepat menuju garis finish.
Tak sedikit dari tim lomba ini yang terjatuh karena irama kaki mereka yang tak seimbang. Karena permainan ini membutuhkan insting dan kerjasama tim yang kuat.
“Sebenarnya motivasi permainan tradisional ini, kita mengenalkan permainan tempo dulu kepada anak-anak zaman sekarang, sebab zaman digitalisasi ini, anak-anak lebih sering bermain gadget dari pada permainan yang bisa merangsang motorik seperti ini. Jadi permainan tradisional ini, kita munculkan lagi, biar anak-anak mengenal kearifan lokal yang ada di desa ini,” ungkap Kepala Desa Dukuhdimoro, Muhammad Khoirul Umam, Minggu (10/08/2025).
Kades Dukuhdimoro juga mengatakan, tidak mudah untuk mengikuti permainan tradisional ini. Sehingga panitia memberikan waktu untuk masing-masing peserta melakukan latihan sebelum bertanding satu sama lain.
“Ini pesertanya antar RT, dan sebelumnya panitia melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada seluruh RT, agar setiap peserta bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu,” imbuhnya.
Selain lomba tradisional ini, panitia juga berencana membuat berbagai kegiatan lainnya, seperti lomba voly ibu-ibu, lomba catur, kirab bubur sengkolo, pentas seni dan pameran UMKM yang terbungkus dalam Kertodimoro Fest 2025.









