Disnaker Jombang Perkuat Perlindungan Pekerja Lewat Bimtek K3 dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Foto : Isawan Nanang Risdiyanto Kepala Dinas Ketenagakerjaan Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang terus mendorong peningkatan perlindungan tenaga kerja, khususnya di sektor industri hasil tembakau. Melalui program pembinaan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Disnaker menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Koperasi Serba Usaha (KSU) Perdula MPS Ngoro, pada Rabu (6/8/2025) kemarin.

Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 72 Tahun 2024, yang mengatur pemanfaatan DBHCHT tidak hanya untuk infrastruktur dan kesejahteraan, tetapi juga untuk perlindungan tenaga kerja.

Baca Juga

“Melalui kegiatan Bimtek ini, kami ingin memastikan para pekerja, khususnya di perusahaan hasil tembakau, mendapatkan pemahaman yang kuat terkait pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja,” ungkap Isawan, saat dikonfirmasi pada Jumat (8/8/2025).

Menurut Isawan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Disnaker Jombang dalam melindungi hak-hak pekerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, para peserta mendapatkan pembekalan langsung mengenai regulasi K3 sesuai Permenaker.

“Upaya preventif seperti ini penting agar pekerja merasa aman dan nyaman. Lingkungan kerja yang sehat adalah pondasi dari produktivitas yang berkelanjutan,” tambahnya.

Mengikuti arahan Bupati Jombang, kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan Dinas Kesehatan. Disnaker tidak hanya fokus pada aspek teknis K3, tetapi juga berinovasi dalam memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi pekerja melalui pendekatan jemput bola.

Di lokasi kegiatan, dilakukan pemeriksaan HPV-DNA secara gratis bagi pekerja perempuan, sebagai bagian dari program nasional pencegahan kanker serviks.

“Ini bagian dari upaya perlindungan menyeluruh. Dengan kolaborasi, pekerja tidak perlu meninggalkan tempat kerja untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegas Isawan.

Selain pemeriksaan kanker serviks, kegiatan ini juga mencakup edukasi pencegahan stunting dan tuberkulosis (TBC), dua isu strategis nasional yang juga menjadi perhatian Disnaker dalam konteks perlindungan tenaga kerja jangka panjang.

“Kami ingin pekerja tidak hanya terlindungi secara fisik di tempat kerja, tapi juga memiliki kesadaran terhadap kesehatan keluarga mereka. Karena sebagian besar pekerja di MPS Ngoro adalah perempuan, edukasi stunting menjadi sangat relevan,” jelas Isawan.

Disnaker Jombang menyadari pentingnya peran pekerja dalam mendukung iklim investasi. Oleh karena itu, setiap program pembinaan dan perlindungan diarahkan agar berdampak langsung pada produktivitas dan keberlanjutan industri di daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa investasi tetap tumbuh di Jombang, dengan dukungan tenaga kerja yang sehat, terlindungi, dan produktif. Ini semangat yang terus kami bawa dalam setiap kegiatan,” pungkasnya.

 

Berita Terkait