JOMBANG, KabarJombang.com – Usai meraih dua medali perak di ajang Porprov Jatim 2025, semangat atlet menembak muda Jombang justru kian menyala. Di balik pencapaian itu, tersimpan proses pembinaan serius dan visi jangka panjang yang terus digelorakan oleh Pengurus Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Jombang.
Muhammad Wira Pandiya Pratama dan Bintang Yudha Prastika, dua atlet belia yang menjadi andalan Kabupaten Jombang, sukses mencuri perhatian di Malang Raya. Namun lebih dari sekadar hasil di atas podium, keduanya kini menjadi simbol regenerasi atlet yang siap membawa nama daerah ke tingkat nasional.
Bintang Yudha, yang turun di kelas Tripos Putra, menunjukkan dedikasi tinggi dengan mempersiapkan diri sejak jauh hari sebelum pertandingan. Ia rela datang lebih awal ke lokasi untuk mempelajari kondisi teknis seperti arah angin dan suhu lapangan.
“Kami tidak hanya berlatih teknik, tapi juga adaptasi lingkungan sangat penting dalam menembak. Itu yang saya pelajari sejak awal,” ujarnya, pada Minggu (13/7/2025).
Dengan senapan angin asal Jerman, Haway Type 100 kaliber 4,5 mm yang menjadi andalannya, Bintang telah menekuni olahraga ini selama empat tahun, dan Porprov kali ini menjadi panggung besar pertamanya untuk unjuk gigi.
Rekan satu timnya, Muhammad Wira Pandiya Pratama, tampil di kelas Multirange Putra dan juga berhasil membawa pulang medali perak. Ia mengaku perjalanan menuju Porprov bukanlah hal instan. Sebelumnya, ia sudah mengasah kemampuannya di berbagai kejuaraan regional dan nasional.
“Porprov kali ini jadi puncak pengalaman saya sejauh ini. Tapi saya percaya ini baru permulaan,” kata Wira.
Kesuksesan mereka tidak lepas dari tangan dingin H. Basori, pembina Perbakin Jombang yang konsisten membangun sistem pembinaan berjenjang. Dari delapan atlet yang dikirim ke Porprov 2025, dua berhasil meraih medali perak sebuah catatan progres yang menjanjikan.
“Ini bukan hasil semalam. Mereka sudah dibina bertahun-tahun dengan disiplin dan semangat luar biasa,” ujar Basori.
Perjalanan prestasi Perbakin Jombang sendiri menunjukkan tren yang positif. Setelah meraih perunggu di Lamongan, emas dan perak di Bondowoso, serta emas di Mojokerto, capaian di Malang Raya menjadi tonggak penting menuju Porprov Jatim 2027.
Menurut Basori, langkah selanjutnya adalah memperkuat pembibitan atlet muda dan menjaga konsistensi latihan. Ia menegaskan bahwa Jombang tidak sekadar mengejar medali, tapi membangun budaya olahraga menembak sejak usia dini.
Kini, baik Wira maupun Bintang kembali menjalani latihan intensif, dengan pandangan jauh ke depan. Target mereka bukan hanya medali berikutnya, tapi menciptakan sejarah baru: mengibarkan bendera Jombang di podium tertinggi dengan medali emas sebagai bukti dari kerja keras tanpa henti.









