Manfaatkan Limbah Kayu, Omah Rayap Jombang Hasilkan Karya Bernilai Tinggi hingga Tembus Kalimantan

Foto : Cokro Retantoko pemilik usaha Omah Rayap di Dusun Kembeng, Kepuhkembeng, Peterongan, Jombang. (Kevin Nizar)
  • Whatsapp

PETERONGAN, KabarJombang.com – Limbah kayu biasanya hanya berakhir sebagai sampah atau bahan bakar. Namun di tangan kreatif Cokro Retantoko (32), pemilik usaha Omah Rayap di Dusun Kembeng, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang, limbah kayu disulap menjadi karya seni bernilai tinggi.

Usaha yang berdiri sejak 2014 itu awalnya berangkat dari hobi Cokro yang gemar menggambar. Dari kegemarannya tersebut, ia kemudian berinisiatif mengembangkan kemampuan seni rupa ke media kayu. “Saya dulu suka menggambar, jadi iseng-iseng mengembangkan hobi,” ujarnya saat ditemui di tempat produksinya pada Minggu (16/11/2025).

Baca Juga

Bahan utama yang digunakan adalah kayu gmelina, sebagian besar berasal dari limbah atau sisa industri kayu. Dari bahan tersebut, Cokro menghasilkan berbagai produk seni seperti ukir foto, lukis wajah, lukis kayu, hingga karya berukuran besar.

Proses pembuatannya dimulai dari mencari media kayu yang tepat, kemudian masuk pada tahap menggambar, pendetailan, hingga finishing menggunakan clear agar hasil tampak lebih rapi dan tahan lama. “Saat ini tingkat kesulitan paling tinggi di pendetailan wajah,” ungkapnya.

Untuk karya lukis kayu, harga termurah mulai Rp140.000. Sementara untuk ukuran lebih besar bisa mencapai Rp750.000 hingga Rp1.200.000. Karya dengan tingkat kesulitan lebih tinggi, seperti ukir foto berukuran 1 meter x 1,5 meter, bahkan dapat mencapai harga Rp7,5 juta. Dalam sehari, Cokro mampu memproduksi hingga tiga karya untuk ukuran kecil.

Selain ukiran dan lukisan kayu, Omah Rayap juga menerima berbagai pesanan seperti backdrop, buket, seserahan, kotak cincin, hingga mahar. Produk-produk ini banyak dipesan untuk kebutuhan kado wisuda, pernikahan, souvenir, maupun cinderamata.
“Paling jauh pernah kirim sampai Kalimantan,” tuturnya.

Untuk pemasaran, Cokro mengandalkan Instagram dan berbagai marketplace. Dari usaha kreatif berbahan limbah kayu ini, ia mampu meraup omzet sekitar Rp5 juta per bulan.

Dengan kreativitas dan ketekunan, Cokro Rertantoko membuktikan bahwa limbah kayu bisa memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Berita Terkait