Dari Rasa Penasaran, Warga Wonomerto Wonosalam Sulap Barang Tidak terpakai Jadi Kerajinan Indah

Foto : Beberapa hasil karya Eko Wahyudi warga asal Wonosalam menjadikan barang tidak terpakai menjadi sebuah karya. (Wahyu/KabarJombang).
  • Whatsapp

WONOSALAM, KabarJombang.com – Eko Wahyudi (40) Warga Dusun Ngembak, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, menyalurkan rasa kreativitasnya dengan cara memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi sebuah karya yang bernilai.

Ia mengolah sisa-sisa kayu menjadi sebuah kerajinan tangan mulai dari rumah pohon, miniatur, vas bunga, pohon hias, dan kursi. Hal itu dilakukan oleh Eko Wahyudi sejak tahun 2015.

Baca Juga

Eko menjelaskan alasannya menekuni dunia kerajinan dengan memanfaatkan barang-barang yang tidak terpakai. Menurutnya, barang-barang seperti sisa potongan kayu tidak hanya selalu dibakar, melainkan bisa diolah menjadi sebuah kerajinan yang bisa dinikmati secara keindahan.

“Sebenarnya saya melakukan ini berawal dari rasa penasaran dan saya merasa sayang sekali jika kayu sisa-sisa potongan hanya dibakar. Saya ingin mengelola itu sebagai sebuah kerajinan, terlebih bisa sedikit menghasilkan uang. Intinya saya ingin membuat sesuatu yang orang lain tidak memikirkannya. Contohnya saya membuat rumah kayu dan miniatur dari sisa kayu, sebagaian orang mungkin hanya dijadikan sampah saja, tetapi saya tidak. Selagi masih bisa dijadikan sebuah karya. Saya akan membuat sesuai keinginan dan kebebasan saya,” tuturnya.

Hasil karya yang paling sering dibeli atau dipesan oleh pemesan yakni hiasan lampu, pohon hias, bahkan ada sebagian yang memesan rumah pohon. Menurutnya melonjaknya pemesanan terjadi ketika bulan Agustus, Desember, dan momen tahun baru.

“Produk karya saya yang paling diminati dari bahan bekas biasanya miniatur-miniatur, lampion, asbak, pohon hias, rumah pohon, dan kursi,” paparnya.

Karya -karyanya tidak hanya laku di wilayah lokal seperti Wonosalam, Jombang, dan Mojokerto. Namun karya Eko, khususnya untuk karya dari bahan bekas sudah terjual hingga keluar Pulau Jawa, seperti wilayah Sumatera.

Sehari Eko bisa menghasilkan 5 macam jenis karya tergantung tingkat pemesanan yang ada. Selama memproduksi, Eko mengerjakan semua pesanannya sendiri. Hal itu karena keterbatasan biaya dan alat jika harus mengajak rekan kerja selama memproduksi kerajinan.

“Saya memproduksi semua ini sendiri, sebab ini hanya sebagai kerja sampingan saya. Bukan sebagai pekerjaan utama, sehingga saya hanya memproduksi jika ada yang memesan. Lain sisi, saya hanya menggunakan alat-alat manual untuk memproduksi karya, sehingga saya belum berani mengajak orang lain. Ditambah pengeluaran biyaya besar jika harus mengajak orang lain. Jadi saya hanya akan mengerjakan sesuai dengan kebutuhan pemesanan dan keinginan suasana hati saya,” ungkapnya.

Harga kerajinan tangan dari bahan tidak terpakai memiliki harga bervariasi. Mulai dari harga Rp90.000 sampai Rp750.000 tergantung jenis kerajinan yang dipesan.

“Harga bervariasi ada yang di bawah Rp90.000, ada yang diatas Rp500.000. Harga rumah pohon menjadi harga yang lumayan mahal karena bahan yang saya gunakan mulai dari pemilihan kayu bekas, pembuatan, dan ornamen-ornamen yang diperlukan. Pernah waktu iku laku Rp750.000 dibeli oleh orang Sumatera,” ungkapnya.

Selain itu, Eko Wahyudi tidak hanya memproduksi dari bahan-bahan bekas saja, ia juga mengelola bambu untuk dijadikan sebagai kursi bambu, meja bambu, dan gazebo.

Jenis bambu yang dipilihnya yakni bambu hitam karena kualitas bambu tersebut sangat cocok digunakan sebagai furniture. Eko Wahyudi membuat furniture dari bambu hitam sejak tahun 2022 hingga saat ini.

Penjualan furniture bambu miliknya baru menyentuh seluruh wilayah Wonosalam dan Jombang. Ia berharap nantinya hasil karyanya bisa dipasarkan sampai ke luar Kabupaten Jombang.

Harga olahan bambu hitam milik Eko bervariasi mulai dari Rp3.000.000 sampai Rp7.000.000. Tergantung ukuran yang dipesan oleh para pembeli.

“Harga satu paket kursi bambu dan meja bambu bisa Rp1.600.000, namun kalau kuris bambu yang panjang itu bisa sampai Rp3.000.000. Sedangkan, harga gazebo berukuran 2 meter persegi Rp3.000.000 bahkan kalau ukuran lebih besar bisa lebih,” ungkapnya.

Berita Terkait