Virus Corona Melanda, Pengrajin Masker Rumahan di Mojoagung Banjir Order

Pengrajin masker, Dwi Anjani Susiana Putri menunjukkan masker hasil produksinya.
  • Whatsapp

MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Deraan virus Corona atau Covid-19, menjadi berkah tersendiri bagi Dwi Anjani Susiana Putri. Keterampilan menjahit yang dimilikinya, dimanfaatkan membuat masker berbahan kain perca di rumahnya, Dusun Pandean, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

Hingga beberapa hari kemudian, perempuan berusia 36 tahun ini pun kuwalahan mencari bahan baku membuat masker yakni kain sisa potongan dari setiap warga yang menjahit kepadanya. Saking banyaknya pesanan masker ditengah hiruk-pikuk Covid-19, dia pun memutuskan untuk membeli kain berbagai jenis dan warna.

Baca Juga

Dikerjakan sendiri, Dwi Anjani mengaku hanya mampu memproduksi sekitar 50 hingga 100 biji masker dalam sehari, dengan motif sesuai permintaan, mulai polos, kotak-kotak, bergaris dan motif bunga-bunga.

“Iya, dikerjakan sendiri, mulai buat pola, memotong, dan jahit dan menyeterika hingga siap dikirim,” katanya.

Disamping memenuhi permintaan wilayah dalam Jombang, Dwi Anjani mengaku juga mengerjakan pesanan dari sejumlah daerah luar Jombang, seperti Sidoarjo, Mojokerto. Pemesannya, lanjutnya, dari kalangan paramedis atau petugas kesehatan juga dari pesanan warga umum.

“Ini ada permintaan 250 biji dari paramedis. Kalau warga umum, ada yang pesan hingga 50 biji, digunakan sendiri dan keluarganya. Kalau pesanan dari kantor, belum ada. Saat ini, kami sedang mengerjakan 30 biji masker dari pesanan warga,” katanya.

Soal kelebihan masker produksinya, dirinya menjelaskan kalau masker berbahan kain bisa digunakan berkali-kali atau tidak sekali pakai, termasuk buatannya ini. Selain itu, masker tersebut dibuat dengan dobel kain agar awet atau tahan lama.

“Kalau sudah dipakai bisa dicuci dulu, kemudian bisa digunakan lagi. Ada juga pesanan masker denngan di antara dua kain ini bisa dimasukkan tisu. Jadi ada tiga serat. Masker berbahan kain ini juga mengurangi sampah masker yang sekali pakai,” jelas Dwi Anjani.

Dwi Anjani juga mengatakan, selama ini belum menerima pesanan dari warga untuk kembali dijual di media sosial (Medsos). Produksi maskernya, masih sebatas sesuai permintaan. “Ya selama ini pemasarannya, menggunakan medsos,” ungkapnya.

Reporter: Jajang

INSTAGRAM

Berita Terkait