Nikmati Kuliner Jadul, Es Gudir di Plandi Jombang Resep Turun Temurun

Seporsi es gudir yang dijual Ifa di Plandi, Jombang. (Diana.KN).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com- Es gudir, salah satu kuliner segar jaman dulu (jadul) ini,  masih dapat dinikmati di wilayah Kabupaten Jombang. Yakni di Plandi, Jombang dengan menggunakan gula asli hasil resep turun temurun keluarganya.

Alasan penggunaan gula asli ditonjolkan penjual es gudir tersebut, agar pelanggannya tidak kabur dan mau kembali lagi untuk membeli.

Baca Juga

“Es gudir ini kan sejak dulu ada, dan yang jual juga masih ada banyak di Jombang. Gimana caranya pelanggan mau kembali beli lagi itu yang saya cari. Makanya saya nggak mau pakai obat gula biar orang balik lagi beli kesini,” ujar penjual es gudir, Ifa (26) seraya melayani pelanggannya pada KabarJombang.com Jumat (2/4/2021).

Ucapan KFM
iklan podcat Jombang
iklan Ramadhan bkad Jombang
iklan Ramadhan disdik Jombang
iklan Ramadhan Pupr Jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
iklan Ramadhan Satpol PP Jombang
iklan bank jombang kredit
iklan bank jombang nabung
iklan bank jombang

Mengenai resep es gudir yang dijual Ifa sejak tahun 2013 tersebut, adalah resep turun temurun keluarga yang diwariskan mulai kepada pamannya kepada Ifa.

“Resepnya turun temurun dari keluarga, kalau saya diajarin sama Paklik (paman) yang sudah jualam sekitar 20 tahunan di Bareng, ada saudara-saudara saya juga jualan es gudir, “jelasnya.

Mengenai bahan baku pembuatan es gudir, Ifa harus menyiapkan rumput laut yang dibelinya di luar Jombang. Demikian ini kata Ifa agar mendapat kualitas baik dan diolahnya menjadi gudir.

“Asli pakai rumput laut untuk es gudir ini, belinya saya di Pare. Karena pilihan dan kulaitasnya lebih baik sana biar gudirnya juga enak. Biasanya kita pakai yang dari Banyuwangi atau NTT,”katanya.

Lebih lanjut Ifa mengatakan, meski warna gudirnya tidak seperti warna awalnya coklat.

“Kalau awal dulu gudirnya warnanya kecoklatan, kalau orang yang tahu, tanya kol gak coklat karena punya saya hijau. Saya kasih warna hijau biar menarik warnanya, soalnya gulanya juga coklat,”tambahnya.

Meski tidak mengetahui asal-usul es gudir tersebut, Ifa mengatakan bersyukur masih dapat berjualan es gudir yang menjadi resep turun temurun keluarganya.

“Kalau asalnya dan ceritanya saya gak tahu, karena dari dulu sudah ada. Paklik saya itu alhamdulillah bisa menjual banyak es gudirnya yang bisa diturunkan resepnya ke saudara-saudara termasuk ke saya ya alhamdulillah sampai sekarang masih bisa jualan,”katanya.

Seporsi es gudir, segar dinikmati saat cuaca panas dengan gula aslinya ditambahi bubur putih dan ketan hitam hasil pengembangannya, serta santan dijual Ifa seharga Rp 3500.

Setiap harinya Ifa menajakan es gudir olahannya di Plandi (perempatan SMPN 3 Jombang) mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB.

“Kalau mau pakai gudirnya aja bisa tergantung selera. Kalau campuran buburnya itu memang hasil kembangan  dari paklik begitu. Sama halnya dengan es gudir yang di daerah Kediri itu pakai tape pohong,”pungkasnya.

 

 

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait