Pastikan Situs Terlindungi, Dirjen Kebudayaan RI Sambangi Sumberbeji Jombang

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Hilmar Farid (kedua kanan) saat mengunjungi situs Sumberbeji di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jumat (15/1/2021). KabarJombang.com/Anggraini Dwi/
Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Hilmar Farid (kedua kanan) saat mengunjungi situs Sumberbeji di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jumat (15/1/2021). KabarJombang.com/Anggraini Dwi/
  • Whatsapp

NGORO, KabarJombang.com – Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Hilmar Farid memastikan situs Sumberbeji Kabupaten Jombang terlindungi dan memberikan manfaat kepada masyarakat setempat.

Ini disampaikannya saat mengunjungi situs Sumberbeji yang ada di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga

“Kunjungan kita kesini untuk melihat bagaimana langkah kedepan untuk pelestarian situs Sumberbeji ini,” kata Hilmar.

Penemuan situs Sumberbeji ini menurutnya tergolong baru dan memastikan agar situs tersebut benar-benar terlindungi dan memberikan manfaat kepada masyarakat setempat.

“Ini kan juga merupakan penemuan situs baru, jadi niatnya ini kita cari jalan keluarlah. Dan memastikan bahwa situs ini terlindung,” ujarnya.

Kunjungannya tersebut juga bermaksudkan khusus untuk meninjau dan melihat situs-situs yang merupakan bagian dari wilayah kerja Balai Pelestatian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Hilmar Farid (kedua kiri) saat mengunjungi situs Sumberbeji di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jumat (15/1/2021). KabarJombang.com/Anggraini Dwi/
Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Hilmar Farid (kedua kiri) saat mengunjungi situs Sumberbeji di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jumat (15/1/2021). KabarJombang.com/Anggraini Dwi/

Dan selain kunjungan ke Jombang, Hilmar juga mengunjungi ke Gresik, Mojokerto, dan Jombang.

Sementara itu Kepala BPCB Jatim Zakaria Kasimin menambahkan, untuk rencana ekskavasi kedepan yakni melebarkan tempat dan tempat pembuangan air yang ada disitus.

“Karena pembuangan air ini kan kita belum menemukan saluran berapa lagi. Dan perlu koordonasi juga antar masyarakat dan pihak irigasi. Itu merupakan salah satu rencana kedepan kita nanti,” kata dia.

Hal yang terpenting tandasnya adalah pembugaran bangunan situs untuk mengembalikan struktur bangunan yang ada.

INSTAGRAM

Berita Terkait