Jasa service kaca spion milik Darsono, di Pasar Tunggorono, Jombang. (Istimewa)
JOMBANG, KabarJombang.com — Di tengah menjamurnya bengkel modern yang menawarkan penggantian suku cadang secara instan, sebuah lapak sederhana di kawasan Pasar Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang, justru tetap diminati masyarakat. Tempat ini dikenal sebagai solusi hemat bagi pengendara yang mengalami kerusakan kaca spion tanpa harus membeli unit baru.
Pemiliknya, Darsono (65), telah menggeluti usaha servis kaca spion selama lebih dari tiga dekade. Ia mulai menjalankan usaha tersebut sejak Pasar Tunggorono berdiri pada 1994. Dengan keterampilan yang terasah, Darsono mampu memperbaiki berbagai jenis spion hanya dengan mengganti bagian kaca yang rusak.
“Sebagian besar pelanggan datang karena kaca spionnya pecah. Di sini cukup diganti kacanya saja, jadi lebih hemat. Tidak sampai beli spion baru, dan prosesnya juga cepat, hanya beberapa menit,” ujar Darsono , Senin (23/3/2026).
Warga Desa Tunggorono ini mengaku, keahlian tersebut tidak diperoleh secara otodidak. Ia belajar dari seorang rekannya setelah memutuskan berhenti bekerja di pabrik. Dari situlah ia kemudian memberanikan diri membuka usaha sendiri di pasar loak tersebut.
Darsono menuturkan bahwa temannya tidak hanya mengajarkan teknik memperbaiki spion, tetapi juga pemasangan kaca mobil. Sejak saat itu, ia terus mengembangkan keterampilannya hingga mampu melayani berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan besar seperti bus dan truk.
Dengan peralatan sederhana seperti pemotong kaca dan tang, ia menyediakan berbagai jenis kaca, baik cembung maupun datar. Untuk sepeda motor, biaya perbaikan berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp50 ribu. Sementara untuk kendaraan roda empat atau lebih, tarifnya bisa mencapai Rp100 ribu tergantung jenis kaca yang digunakan.
Meski memiliki keahlian yang tergolong langka, Darsono mengungkapkan belum ada anggota keluarga yang meneruskan profesinya. Ia justru membuka peluang bagi siapa saja yang ingin belajar keterampilan tersebut.
“Saya berharap tetap diberi kesehatan agar dapat terus membantu masyarakat, terutama dalam menyediakan solusi perbaikan spion dengan harga terjangkau demi menunjang keselamatan berkendara,” harapnya.
Dalam sehari, lapaknya melayani sekitar empat hingga tujuh pelanggan. Meskipun jumlah tersebut tidak sebanyak saat awal berdirinya pasar, Darsono mengaku penghasilannya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia juga menyebut sang istri turut membantu ekonomi keluarga dengan berjualan makanan dan kopi di dekat rumah.
Lebih lanjut, Darsono mengakui adanya penurunan omzet dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai perubahan pola belanja masyarakat yang beralih ke platform daring menjadi salah satu penyebabnya. Menurutnya, berbelanja langsung di pasar tetap memiliki keunggulan karena pembeli bisa melihat kondisi barang secara nyata.
Untuk memperluas jangkauan layanan, ia kini juga melayani perbaikan spion secara panggilan ke rumah pelanggan. Nomor teleponnya pun dipasang di lapak agar mudah dihubungi.
Selama bulan Ramadan, Darsono tetap beroperasi mulai pagi hingga menjelang waktu Ashar. Sementara saat Lebaran, ia hanya mengambil libur selama dua hari sebelum kembali membuka usahanya.
Ia bersama para pedagang lain berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan Pasar Tunggorono. Harapan tersebut disampaikan agar aktivitas ekonomi di pasar loak tersebut kembali ramai seperti masa lalu.
Sebagai informasi, Pasar Tunggorono dikenal sebagai pusat jual beli barang bekas di Jombang sejak berdiri pada 1994. Beragam barang dapat ditemukan di sana, mulai dari onderdil kendaraan hingga peralatan rumah tangga bekas.
Leave a Comment