Kusuma Nur Amanu, masseur dan terapis Timnas Bola Voli serta LavAni yang buka jasa di Jombang. (Kevin Nizar)
PETERONGAN, KabarJombang.com – Sebuah klinik terapi olahraga atau sport massage dibuka seorang warga di Dusun Klagen, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Meski terkesan sederhana, klinik milik Kusuma Nur Amanu atau yang akrab disapa Manu itu punya segudang pengalaman menangani atlet nasional yang kini bisa dinikmati masyarakat umum.
Tak main-main, sang terapis bahkan pernah terlibat dalam penanganan atlet Tim Nasional (Timnas) Voli Indonesia hingga klub bola voli profesional langganan juara yang didirikan oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono yakni LavAni.
Pria lulusan S1 Pendidikan Olahraga Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu mengaku awal ketertarikannya pada dunia terapi olahraga berawal dari bangku kuliah. Saat menempuh pendidikan, ia mendapatkan mata kuliah massage dan aktif mengikuti unit kegiatan mahasiswa yang berkaitan dengan bidang tersebut.
“Awalnya saya belajar dari mata kuliah massage. Setelah itu ikut UKM, kemudian terjun ke tim sepak bola Persidikab. Dari situ saya bergabung dengan klinik dan berlanjut ke PSMP Mojokerto,” ujar Kusuma saat ditemui di kliniknya Senin (22/6/2026).
Perjalanan kariernya terus berkembang. Melalui rekomendasi senior, ia mendapat kesempatan membantu Tim Nasional Voli Indonesia dalam berbagai ajang internasional, mulai dari ASEAN Games hingga AVC (Asian Volleyball Confederation) Men’s Cup 2026. Kepercayaan dari para atlet membuatnya kemudian bergabung sebagai official dan terapis di klub voli profesional LavAni.
Sebagai masseur dan terapis, tugasnya tidak hanya memijat atlet. Ia juga bertanggung jawab menjaga kondisi fisik pemain sebelum dan sesudah pertandingan, mulai dari melemaskan otot, membantu proses pemulihan, hingga menangani cedera ringan.
“Kalau setelah pertandingan biasanya punggung atlet harus dirilis, dilemaskan atau dilakukan massage full body. Kalau ada cedera juga biasanya saya yang membantu menangani,” katanya.
Meski telah memiliki pengalaman di level nasional dan internasional, Manu memilih untuk sementara fokus mengembangkan kliniknya di Jombang, karena kompetisi. Klinik yang telah berdiri sekitar tiga tahun itu kini kembali aktif melayani masyarakat karena agenda pemusatan latihan nasional dan kompetisi sedang jeda.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara pijat biasa dan sport massage. Padahal, sport massage memiliki dasar keilmuan yang jelas dan dilakukan berdasarkan pemahaman anatomi, fisiologi, biomekanik hingga patofisiologi tubuh manusia.
“Sport massage itu menggunakan metode ilmiah. Kami memahami otot dan cedera secara detail. Tekniknya berbeda dengan pijat biasa karena bertujuan menjaga kenyamanan, keamanan, sekaligus performa tubuh,” jelasnya.
Saat ini, layanan sport massage tidak hanya dimanfaatkan atlet. Manu menyebut pasiennya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anggota kepolisian, pegawai pemerintahan, pekerja kantoran, hingga pelaku usaha.
Meski demikian, mayoritas pasien datang dengan keluhan cedera. Ia memperkirakan sekitar 70 persen pasien membutuhkan penanganan cedera, sedangkan sisanya memanfaatkan layanan untuk menjaga kebugaran tubuh.
“Semua cabang olahraga ada yang datang ke sini, mulai voli, sepak bola sampai runner. Selain itu ada juga pekerja kantoran yang membutuhkan massage kebugaran,” ujarnya.
Untuk layanan sport massage umum, tarif yang dipatok sebesar Rp175 ribu. Namun hingga bulan depan, klinik memberikan promo menjadi Rp125 ribu yang sudah termasuk sport massage, bekam, infrared, stretching, serta konsultasi.
Dalam sehari, klinik rata-rata menerima dua hingga tiga pasien pada hari kerja. Sementara pada akhir pekan, khususnya Minggu, jumlah pasien bisa mencapai enam hingga tujuh orang. Seluruh layanan dilakukan berdasarkan sistem reservasi agar jadwal penanganan lebih tertata.
Setiap pasien yang datang akan melalui proses asesmen terlebih dahulu, terutama bagi mereka yang mengalami cedera. Setelah kondisi diketahui, terapis menentukan metode penanganan yang sesuai.
Salah satu pasien, Wildan Prayoga, mengaku merasakan perubahan setelah menjalani terapi full upper body massage di klinik tersebut. Sebelum datang, ia mengalami keluhan nyeri pada bagian pinggang yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Tadi keluhannya sakit di bagian pinggang. Setelah mendapat pelayanan, alhamdulillah rasanya lebih enteng dipakai gerak. Sebelumnya kaku dan agak sakit, sekarang sudah mendingan. Buat aktivitas sudah tidak sakit seperti awal tadi. Mantap pokoknya,” tuturnya.
Leave a Comment