Serba-serbi

Menebar Manfaat dari Balik Seragam Dishub Jombang: Kisah Winarto dan Dedikasinya Membantu Pasien Gangguan Saraf

PETERONGAN, KabarJombang.com – Aktivitas di sebuah rumah di Perumahan Griya Cemara Asri II, Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, kerap terlihat berbeda dari rumah pada umumnya. Hampir setiap pekan, sejumlah warga dari berbagai daerah datang silih berganti untuk berkonsultasi dan menjalani terapi.

Mereka datang dengan beragam keluhan kesehatan, mulai dari stroke, saraf terjepit, kolesterol, asam urat, asam lambung, hipertensi hingga hernia. Tujuannya sama, bertemu dengan Winarto, seorang pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang yang dikenal membantu masyarakat melalui terapi totok saraf dan refleksi.

Pria yang akrab disapa Pak Win itu tidak hanya dikenal di kalangan masyarakat Jombang. Sejumlah pasien tercatat datang dari Surabaya, Mojokerto, Kediri, Nganjuk, Malang, Tuban, Lamongan, Semarang hingga Cirebon.

Di kalangan pasien, nama Winarto bahkan lebih dikenal dengan sebutan “Pak Win Saraf”. Julukan tersebut muncul karena banyak pasien yang datang untuk mendapatkan terapi terkait gangguan saraf, termasuk pemulihan pasca-stroke dan penanganan saraf terjepit.

Meski memiliki banyak pasien, Winarto mengaku tidak pernah menjadikan aktivitas tersebut sebagai pekerjaan utama. Di sela tugasnya sebagai pegawai pemerintah, ia berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai kemampuan yang dimilikinya.

“Saya hanya berusaha membantu semampu saya. Kalau ada orang sakit dan saya bisa menolong, ya saya lakukan. Soal biaya saya tidak pernah menentukan, seikhlasnya saja,” ujarnya.

Karena masih aktif bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang, pelayanan terapi dilakukan berdasarkan penjadwalan. Untuk pasien yang berada di wilayah Jombang, Winarto terkadang bersedia mendatangi rumah pasien. Sedangkan pasien dari luar daerah biasanya datang langsung ke kediamannya atau menjemputnya sesuai kesepakatan.

Baginya, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap terapi yang dilakukan dapat membantu proses pemulihan pasien dan memberikan manfaat bagi orang lain.

“Prinsip saya sederhana, hidup itu harus bermanfaat bagi orang lain. Selama saya masih diberi kemampuan, saya ingin membantu orang yang membutuhkan,” katanya.

Saat ditanya mengenai bagaimana dirinya memiliki kemampuan melakukan terapi saraf dan refleksi, Winarto mengaku bahwa kemampuan tersebut diperoleh melalui bimbingan dan tuntunan dari leluhurnya.

“Saya bisa melakukan terapi ini karena mendapatkan bimbingan dari leluhur atau mbah saya. Dari situlah saya belajar memahami titik-titik saraf dan cara membantu orang yang mengalami keluhan kesehatan. Saya hanya berusaha menjalankan kemampuan yang diberikan untuk membantu sesama,” tuturnya.

Menurutnya, bagi para pasien yang ingin reservasi bisa menghubungi nomor whatsapp 0812 3273 5669. Pelayanan dilakukan berdasarkan jadwal dan kesepakatan sebelumnya agar terapi dapat berlangsung dengan nyaman dan maksimal bagi setiap pasien.

Salah satu pasien, Sodiq, warga Denanyar, Jombang, mengaku merasakan perubahan kondisi kesehatan setelah menjalani terapi bersama Winarto.

Ia menceritakan pernah mengalami stroke hingga tiga kali yang membuat aktivitas sehari-harinya terganggu.

“Saya kena stroke sampai tiga kali. Alhamdulillah setelah menjalani terapi, sekarang sudah sembuh dan bisa beraktivitas kembali,” ujarnya.

Pengalaman serupa juga disampaikan Chairul, warga Jalan Gubernur Suryo, Jombang. Ia mengaku mengalami saraf terjepit selama sekitar dua setengah bulan.

Menurutnya, sebelum menjalani terapi, kondisi tersebut membuatnya kesulitan beraktivitas bahkan untuk sekadar duduk.

“Saraf terjepit sudah 2,5 bulan. Sebelumnya duduk saja tidak bisa karena sakit. Setelah terapi di Pak Win, Alhamdulillah sekarang sudah normal dan bisa beraktivitas seperti biasa,” tuturnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar