Serba-serbi

Libur Sekolah, Anak-anak Dusun Tegalsari Bareng Jombang Pilih Main Kekean Gratis

BARENG, KabarJombang.com – Libur sekolah tak selalu harus dihabiskan dengan pergi ke tempat wisata. Di Dusun Tegalsari, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, puluhan anak justru memanfaatkan waktu libur dengan bermain permainan tradisional gasing yang oleh warga setempat dikenal dengan sebutan kekean.

Sore hari menjadi waktu favorit anak-anak untuk berkumpul di tanah lapang. Dengan tali yang sudah dililitkan di leher gasing kayu, mereka bersiap melemparkan kekean ke tanah. Suara kayu berputar dan sorak sorai anak-anak menjadi pemandangan khas selama libur sekolah.

Permainan kekean memiliki dua sistem utama. Pertama, sistem lama-lamaan mutar. Para pemain melempar gasing secara bersamaan, dan kekean yang berputar paling lama keluar sebagai pemenang. Anak yang menang dalam sistem ini biasa disebut “tong”.

Sistem kedua adalah tarung, yang jauh lebih menantang. Dalam sistem ini, gasing yang sudah berputar akan ditarung dengan gasing milik lawan yang dilemparkan secara bergantian. Benturan antar gasing tak terhindarkan. Namun, selama masih berputar, kekean tersebut tetap bertahan. Gasing terakhir yang masih berputar dinobatkan sebagai pemenang atau biasa disebut “raja”.

Bisma Putra Albizar (12), salah satu pemain, mengaku permainan ini selalu membuatnya senang. “Asik, seru,” katanya polos usai bermain kekean pada Kamis (1/1/2026).

Bisma memilih bermain kekean ketimbang pergi ke tempat wisata. Alasannya sederhana.
“Kalau ke tempat wisata bayar mahal. Kalau di sini gratis,” ujarnya. Ia mengaku hanya sesekali bermain, biasanya saat sore hari di masa liburan sekolah.

Hal serupa disampaikan Lutfi Aldi Ferdianto (11). Ia mengatakan kekean menjadi pilihan hiburan karena murah dan menyenangkan.

“Liburan sekolah, main kekean. Soalnya kalau ke tempat wisata mahal, kalau ini gratis,” ucapnya.

Menariknya, kekean yang dimainkan bukan hasil membeli, melainkan dibuat sendiri. “Buat sendiri, dari kayu jati,” kata Lutfi bangga.

Di balik ramainya permainan tradisional ini, ada peran penting Sunari Nari (54), pegiat permainan tradisional di Dusun Tegalsari, Bareng. Ia sudah sekitar tujuh tahun membuat dan mengajarkan anak-anak membuat kekean.

“Biar anak-anak senang, tidak main HP terus,” ujar Sunarinari. Ia menjelaskan, kekean biasanya dibuat dari kayu jati, petai, atau jenis kayu lain yang kuat. Bentuknya khas, bagian bawah lancip, tengah membulat besar, dan bagian atas runcing namun tumpul.

Proses pembuatannya masih sangat sederhana. Kayu dipotong, dibentuk, lalu dihaluskan menggunakan alat manual seperti gergaji, pisau, dan cangkul kecil. Setelah itu, kekean siap dimainkan. Beberapa kekean bahkan dipletur agar tampak lebih antik.

Dalam sehari, Sunarinari bisa membuat sekitar lima buah kekean ukuran kecil, dan dua buah untuk ukuran besar jika ada pesanan.

Permainan kekean bukan sekadar hiburan pengisi libur sekolah. Di balik putaran gasing kayu, tersimpan nilai kebersamaan, kreativitas, dan upaya menjaga warisan permainan tradisional agar tetap hidup di tengah gempuran gawai dan hiburan modern.

Di Dusun Tegalsari, Bareng libur sekolah menjadi momen istimewa, sederhana, gratis, namun penuh keceriaan.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar