JOMBANG, KabarJombang.com — Kebutuhan listrik di Kabupaten Jombang diperkirakan meningkat selama momen Idul Fitri 1447 Hijriah. Aktivitas masyarakat yang tetap tinggi saat Lebaran, mulai dari ibadah hingga penggunaan peralatan rumah tangga, menjadi faktor utama lonjakan konsumsi energi listrik.
Menghadapi kondisi tersebut, PT PLN (Persero) UP3 Mojokerto menyiapkan sistem kelistrikan berlapis guna menjaga keandalan pasokan. Salah satu indikatornya, daya mampu sistem kelistrikan di wilayah Jombang mencapai 240 MVA yang disuplai dari lima Gardu Induk (GI), yakni GI Jombang, GI Mojoagung, GI Ploso, GI Jatigedon, dan GI Ngimbang.
Jika dibandingkan dengan beban puncak harian yang tercatat sekitar 617–629 MVA untuk wilayah kerja UP3 Mojokerto secara keseluruhan, kapasitas yang tersedia dinilai masih mencukupi untuk mengantisipasi lonjakan saat Lebaran.
Meski demikian, lonjakan konsumsi listrik saat hari raya tetap memiliki potensi risiko, terutama pada jam-jam tertentu seperti malam takbiran hingga hari pertama Lebaran, ketika penggunaan listrik cenderung meningkat secara bersamaan.
Manajer PLN UP3 Mojokerto, Muhammad Syafdinnur, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penguatan sistem hingga pengamanan jaringan.
“Secara umum sistem dalam kondisi aman, dengan cadangan daya yang mencukupi. Kami juga melakukan pemeliharaan preventif dan pembatasan pekerjaan yang berpotensi menimbulkan gangguan,” ujarnya.
Selama masa siaga yang berlangsung pada 14 hingga 29 Maret 2026, PLN juga menyiapkan 11 posko siaga dengan total 143 pegawai dan 371 tenaga alih daya. Selain itu, tim khusus Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) disiagakan untuk menangani gangguan tanpa harus memadamkan listrik.
Langkah lain yang dilakukan yakni inspeksi jaringan secara berkala, patroli malam, serta pengamanan pada titik-titik prioritas seperti masjid dan pusat kegiatan masyarakat.
Di sisi lain, PLN juga membatasi pekerjaan pemeliharaan yang berpotensi menyebabkan padam listrik, kecuali dalam kondisi darurat. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir gangguan di tengah meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat.
“Dengan berbagai persiapan tersebut, kami selaku perusahaan listrik negara berharap lonjakan konsumsi listrik selama Lebaran di Jombang dan sekitarnya dapat diantisipasi tanpa menimbulkan gangguan berarti,” harapnya.
Meski secara sistem dinyatakan aman, masyarakat tetap diimbau untuk menggunakan listrik secara bijak, terutama pada saat beban puncak, agar pasokan tetap stabil selama perayaan Idul Fitri berlangsung.









