Agus Samuji salah satu petugas kebersihan di Sekolah Rakyat Jombang. (Istimewa)
JOMBANG, KabarJombang.com – Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang tidak hanya menjadi ruang pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kehadirannya juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar, termasuk mereka yang sebelumnya menggantungkan hidup dari pekerjaan tidak tetap.
Salah satunya adalah Agus Samuji (52), warga Desa Kedemangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Kini, Agus bertugas sebagai koordinator petugas kebersihan (cleaning service) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang yang berada di Jalan Prof. Nurcholish Madjid, Desa Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang.
Sebelum bekerja di Sekolah Rakyat, Agus sehari-hari berjualan cobek secara keliling. Ia menyusuri desa, kecamatan hingga wilayah kabupaten untuk mencari pembeli. Pekerjaan itu dijalaninya dari pagi hingga sore. Namun, pendapatan yang diperoleh tidak menentu.
“Dulu penghasilan saya pas jualan enggak menentu. Kadang-kadang mendapatkan Rp30 ribu, kadang-kadang Rp40 ribu per harinya,” ujar Agus saat diwawancarai pada Sabtu (15/8/2026).
Dengan pendapatan tersebut, kebutuhan keluarga kerap tidak terpenuhi. Biaya sekolah anak menjadi salah satu beban yang cukup berat. Bahkan, Agus mengaku pernah tidak makan demi memastikan keluarganya tetap bisa kenyang.
“Sangat kurang sekali. Sering kekurangan karena bayar sekolah juga berat dan kadang kurang untuk makan tiap hari. Sampai pernah saya satu hari itu enggak makan. Kalau anak-anak pasti makan, saya utamakan keluarga,” tuturnya.
Kini kondisi tersebut mulai berubah setelah Agus mendapatkan kesempatan bekerja di Sekolah Rakyat. Ia mengaku penghasilan yang diterima setiap bulan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan, untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu, Agus mulai bisa menabung dan membeli barang-barang yang sebelumnya hanya menjadi impian.
“Alhamdulillah untuk mendapatkan gaji di SR itu saya merasa cukup. Enggak kurang, enggak lebih, cukup untuk kehidupan keluarga saya untuk saat ini,” katanya.
Namun saat ditanya berapa nominal yang ia terima, Ia tidak mau berkomentar lebih jauh. “Alhamdulillah pokokya cukup dan lebih baik dari hasil jualan cobek keliling yang pernah saya jalani dulu,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Perjalanan Agus hingga akhirnya bekerja di Sekolah Rakyat juga tidak lepas dari aktivitas sosial yang dijalaninya selama bertahun-tahun. Agus sebelumnya aktif dalam Kampung Siaga Bencana. Ia bergabung sebagai relawan sejak 2017 hingga 2020 dan kemudian dipercaya menjadi ketua.
Dalam kegiatan tersebut, Kampung Siaga Bencana yang dipimpinnya berhasil meraih juara tiga tingkat Provinsi Jawa Timur. Setelah itu, Agus bergabung dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan masih aktif sebagai relawan hingga sekarang.
Dari pengalaman sebagai relawan tersebut, Agus kemudian mendapat penugasan untuk bekerja di Sekolah Rakyat.
“Saya bisa masuk dan bekerja di SR itu karena dapat tugas dari Pak Kepala Dinas Sosial. Alhamdulillah, saya merasa terima kasih karena telah diberikan pekerjaan yang layak,” ucapnya.
Di tempat barunya, Agus tidak hanya bertugas membersihkan lingkungan sekolah dan asrama. Ia dipercaya menjadi koordinator yang membawahi sembilan petugas cleaning service. Pembagian tugas dilakukan berdasarkan zona dan gedung. Setiap petugas memiliki tanggung jawab terhadap area masing-masing. Jam kerja petugas kebersihan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB.
Bagi Agus, pekerjaan tersebut menjadi sumber penghasilan yang lebih pasti dibandingkan pekerjaan sebelumnya sebagai pedagang keliling. “Saya merasa senang sekali, merasa bahagia karena ekonomi saya sudah mulai teratasi,” katanya.
Meski sudah bekerja di Sekolah Rakyat, Agus belum sepenuhnya meninggalkan aktifitas lamanya sebagai relawan Tagana, yang mengantarnya hingga mendapat pekerjaan dengan gaji yang layak.
“Ya, sekarang saya masih tetap menjadi relawan seperti biasanya. Tapi selagi saya di SR ini saya merasa senang sekali, merasa bahagia karena ekonomi saya sudah mulai teratasi,” tuturnya.
Bagi Agus, keberadaan Sekolah Rakyat telah memberikan perubahan nyata dalam kehidupannya. Tidak hanya memberikan lapangan pekerjaan, namun kesempatan tersebut juga membuatnya lebih mampu merencanakan kebutuhan keluarga karena memiliki penghasilan rutin setiap bulan.
Ia berharap kesempatan bekerja seperti yang diterimanya juga dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat lainnya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo, Kemensos, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang dan Kepala Sekolah Rakyat yang ada di Jombang ini, karena dari sinilah saya bisa bekerja dan ekonomi saya menjadi terangkat,” pungkas Agus.
Leave a Comment