Serba-serbi

Demi Zakat Bupati Jombang, Ratusan Tukang Becak Rela Antre 4 Kilometer

TEMBELANG, KabarJombang.com – Ribuan pengayuh becak dari berbagai wilayah di Kabupaten Jombang rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan zakat dari keluarga Bupati Jombang, Warsubi. Antrean panjang bahkan mencapai sekitar empat kilometer, membentang dari Desa Mojokrapak hingga Desa Plosogeneng, Kecamatan Tembelang, sejak Jumat hingga Sabtu (14/3/2026) pagi.

Dalam kegiatan tahunan tersebut, setiap tukang becak yang datang menerima bantuan berupa lima kilogram beras serta uang tunai sebesar Rp100 ribu. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, bantuan ini menjadi harapan bagi para pengemudi becak untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

Sugik (29), tukang becak asal Kecamatan Diwek, mengaku harus rela berdiri lama dalam antrean karena datang agak terlambat. Ia tiba sekitar pukul 05.30 WIB dan mendapati barisan sudah sangat panjang. Meski begitu, ia tetap berharap masih mendapat bagian untuk membantu kebutuhan orang tuanya di rumah.

“Gara-gara kesiangan bangun, saya baru datang setengah enam pagi dan antreannya sudah panjang sekali. Semoga saja masih kebagian,” ujar Sugik.

Berbeda dengan Sugik, Muklis, tukang becak dari Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang, memiliki cara tersendiri agar tidak terlalu lama mengantre. Ia datang lebih awal pada Jumat pagi untuk memarkir becaknya di barisan depan, lalu pulang dan kembali lagi ke lokasi keesokan harinya.

“Setiap tahun saya datang lebih awal, parkir becak di depan, lalu pulang. Besoknya tinggal datang lagi supaya tidak menunggu terlalu lama,” kata Muklis.

Ia berharap kegiatan pembagian zakat dari keluarga Bupati Warsubi ini bisa terus berlangsung setiap tahun.

Pria penyandang disabilitas tersebut berharap kegiatan pembagian zakat ini terus berlangsung setiap tahun dan mendoakan kesehatan bagi keluarga Bupati Warsubi.

Untuk memperoleh bantuan tersebut, para penerima cukup membawa fotokopi KTP yang kemudian ditukarkan dengan paket zakat yang telah disediakan panitia.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh putra-putri keluarga Bupati Warsubi, yakni Octadella bersama suaminya Farid Kurniawan Aditama, dan Novadonna, serta suaminya Ahmad Fahrudin. Bupati Warsubi sendiri tidak hadir karena sedang menjalankan tugas di luar kota, sementara adiknya, Agung Wicaksono, tengah menunaikan ibadah umrah.

Dalam sambutannya, donna, sapaan akrabnya menyampaikan apresiasi kepada para tukang becak yang setiap tahun hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga mendoakan agar para pengemudi becak diberikan kemudahan rezeki serta dapat segera melunasi berbagai kebutuhan mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para abang becak yang sudah datang. Semoga Abah Warsubi dan Bapak Agung selalu diberikan kesehatan, dan kami juga mendoakan agar rezeki para abang becak dilancarkan,” ucapnya.

Sementara itu, panitia pelaksana, Wahid, mengatakan sekitar 2.000 tukang becak telah terdata sebagai penerima bantuan, bahkan panitia menyiapkan paket lebih banyak untuk mengantisipasi tambahan peserta.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin keluarga besar Warsubi yang digelar setiap tahun sebagai bentuk kepedulian kepada para pekerja sektor informal di Jombang,” jelasnya.

Setelah pembagian zakat bagi tukang becak, pada Minggu (15/3/2026) bantuan serupa juga akan diberikan kepada 750 pengemudi ojek serta 150 sopir angkutan umum di wilayah tersebut.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar