Serba-serbi

Dari Hobi Motret hingga Lulus Sarjana, Cak Walid Mantap Jadikan Kamera Sebagai Jalan Dakwah Digital

JOMBANG, KabarJombang.com – Siapa sangka, ketertarikan pada dunia fotografi yang muncul sejak masa sekolah berhasil mengantarkan Muhammad Walid Syahrul Churum menuntaskan pendidikannya di jenjang sarjana. Pria yang akrab disapa Cak Walid ini kini resmi menyandang gelar S.Si setelah diwisuda dari Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang pada Minggu (24/8/2025).

Namun, bagi Walid, gelar bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari misi yang lebih besar menjadikan kamera sebagai alat dakwah, edukasi, sekaligus media berekspresi yang berdampak positif bagi masyarakat.

Berawal dari sekadar ketertarikan memotret, Walid menjadikan kamera sebagai bagian dari hidupnya. Ia tak hanya belajar fotografi secara otodidak, tapi juga mendalami videografi dan editing secara konsisten. Karya-karyanya kerap menghiasi kegiatan kampus, bahkan mengantarkannya bergabung di tim Humas Unipdu.

“Dari balik kamera, saya belajar banyak hal. Mulai dari kedisiplinan, detail, hingga bagaimana menyampaikan pesan tanpa kata-kata. Ini bukan cuma soal hobi, tapi jalan untuk terus berkembang,” ungkap pemuda asli Jember tersebut.

Dedikasi Walid dalam berkarya tak hanya memperkaya portofolio pribadinya, tapi juga membuahkan apresiasi nyata. Ia berhasil mendapatkan beasiswa dari yayasan kampus karena dinilai berprestasi dan aktif berkontribusi di berbagai kegiatan.

Hal ini tentu menjadi angin segar bagi keluarga, sekaligus membuka jalan bagi Walid untuk menyelesaikan kuliahnya dengan tepat waktu.

“Beasiswa itu sangat berarti. Saya bisa tetap kuliah sambil bekerja dan berkarya. Saya percaya bahwa ketika kita menekuni sesuatu dengan niat baik, akan selalu ada jalan,” ujarnya.

Kini setelah lulus, Walid bertekad memperluas kiprahnya di dunia media digital. Ia ingin membangun usaha yang fokus pada jasa foto, video, hingga konten dakwah kreatif.

“Media visual itu punya kekuatan besar untuk menyampaikan pesan. Saya ingin memanfaatkannya sebagai sarana dakwah, bukan hanya dokumentasi. Lewat karya, saya ingin menyebarkan inspirasi dan nilai-nilai kebaikan,” jelasnya dengan semangat.

Bagi Cak Walid, keberhasilan bukan semata hasil akademik, tapi buah dari konsistensi dalam menekuni apa yang dicintai. Ia mengajak generasi muda untuk tidak ragu mengasah minat, karena dari sanalah pintu-pintu peluang akan terbuka.

“Kalau kita punya passion, jangan ragu untuk total. Asal tahu cara menyeimbangkan antara belajar, bekerja, dan berkarya, semua bisa dicapai,” pungkasnya.

 

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar