Serba-serbi

Cita Rasa Legendaris, Kue Tradisional Plemben dari Jombang Ini Jadi Incaran Saat Bulan Suro

BARENG, KabarJombang.com – Banyaknya kuliner modern di pasaran membuat jajanan tradisional sedikit terlupakan. Namun Setyaningsih, perajin kue tradisional asal Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, hingga kini mampu melestarikan warisan kuliner turun-temurun.

Setiap hari, Setyaningsih bersama keluarganya memproduksi berbagai jenis kue tradisional, seperti plemben dan mawaran. Meski termasuk jajanan lawas, kedua kue tersebut masih memiliki banyak peminat, bahkan permintaannya meningkat pada momentum tertentu.

Memasuki Bulan Suro, misalnya, pesanan kue tradisional mengalami lonjakan cukup signifikan. Banyak masyarakat memesan untuk keperluan sedekah desa, kenduri, hingga berbagai kegiatan adat yang masih rutin digelar di sejumlah wilayah.

“Sudah lama, turun-temurun,” ujar Setyaningsih saat ditemui di rumah produksinya Kamis (2/7/2026) .

Usaha tersebut merupakan warisan keluarga yang telah dijalankan sejak zaman buyutnya. Kini, usaha itu diteruskan oleh generasi berikutnya agar keberadaan kue tradisional tetap lestari.

“Kalau sejak kapan persisnya kurang tahu. Yang jelas ini dari mbah buyut, kemudian menurun ke ibu, lalu sekarang saya yang meneruskan,” ungkapnya.

Dalam satu bulan, produksi kue mereka mampu menghabiskan sekitar 50 kilogram tepung terigu sebagai bahan baku utama. Jumlah tersebut dapat bertambah ketika permintaan meningkat, terutama menjelang hari raya maupun pada musim tradisi sedekah desa seperti saat ini.

Tak hanya dipasarkan di wilayah Kecamatan Bareng dan Mojowarno, produk kue tradisional buatan Setyaningsih juga telah menjangkau berbagai daerah di Kabupaten Jombang, Wonosalam, Kota Malang, hingga luar Pulau Jawa seperti Kalimantan.

“Bahkan pernah ada yang membeli untuk dijadikan oleh-oleh haji dari Malang,” kata Setyaningsih.

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Aneka kue dijual mulai Rp2 ribu per buah. Sementara plemben dalam kemasan dibanderol sekitar Rp17 ribu per bungkus. Adapun paket kemasan besar dijual seharga Rp25 ribu, sedangkan pembelian dalam jumlah satu kilogram dibanderol sekitar Rp60 ribu.

Selain harganya yang ramah di kantong, plemben buatan Setyaningsih dikenal memiliki tekstur lembut dengan cita rasa manis yang khas, sehingga tetap diminati berbagai kalangan.

Bagi masyarakat yang ingin mencicipi langsung kue tradisional tersebut, rumah produksi Setyaningsih berada di Jalan Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, tidak jauh dari kawasan wisata Pemandian Pandansili.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar