JOMBANG, KabarJombang.com – Gelombang keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Jombang resmi dimulai pada Rabu (6/5/2026). Namun, di tengah suasana haru pelepasan 528 jamaah di Pendopo Kabupaten, terselip kabar kurang menyenangkan mengenai dua orang jamaah yang dipastikan batal terbang pada jadwal hari ini.
Sesuai jadwal, para jamaah yang berangkat hari ini tergabung dalam kloter 60 dan 61 menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengungkapkan bahwa total jamaah asal Jombang pada musim haji tahun ini mencapai 1.263 orang.
“Hari ini diberangkatkan sebanyak 528 jamaah yang tergabung dalam kloter 60 dan 61,” ujarnya.
Mengenai dua jamaah yang gagal berangkat hari ini, Ilham menjelaskan bahwa faktor kesehatan menjadi alasan utama. Salah satu dari mereka bahkan harus merelakan kursi keberangkatannya digeser ke musim haji mendatang.
“Ada dua jamaah yang menunda keberangkatan. Salah satunya karena tidak lolos pemeriksaan kesehatan dan dijadwalkan berangkat tahun depan,” katanya.
Secara akumulatif, Ilham membeberkan ada delapan CJH Jombang yang batal berangkat tahun ini. Rinciannya, enam orang mengalami gangguan kesehatan serius, sementara dua lainnya adalah pasangan suami istri yang memilih menunda secara sukarela karena salah satunya tidak laik terbang.
Mengingat adanya kendala kesehatan tersebut, Ilham memberikan pesan khusus kepada jamaah yang berangkat agar waspada terhadap cuaca ekstrem di Arab Saudi.
“Jamaah harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi di sana dan tidak memaksakan aktivitas,” tuturnya.
Di sisi lain, antusiasme tetap terpancar dari jamaah yang berhasil berangkat, salah satunya Muhammad Firzam Balyaman (31). Pemuda asal Kecamatan Peterongan ini mengaku telah melakukan persiapan fisik ekstra demi kelancaran ibadah.
“Ibadah haji itu banyak aktivitas fisik, jadi saya mulai membiasakan diri dengan olahraga ringan,” ungkap Firzam.
Tak hanya fisik, Firzam juga fokus pada pendalaman manasik agar ibadahnya sesuai syariat. Penantiannya pun tergolong sangat panjang, yakni mencapai 17 tahun sejak ia didaftarkan oleh orang tuanya.
“Pendalaman materi juga penting supaya ibadah kita lebih mantap. Alhamdulillah, ini menjadi kehormatan besar bisa menjadi tamu Allah SWT bersama istri,” ucapnya penuh syukur.
Sejak pukul 15.30 WIB, Pendopo Kabupaten telah disterilkan oleh petugas gabungan dari kepolisian, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Keluarga pengantar hanya diizinkan melepas doa hingga gerbang luar, sementara jamaah diarahkan menuju armada bus dengan pengawalan ketat untuk memastikan seluruh koper dan logistik masuk ke bagasi dengan aman.









