PWNU Jawa Timur Pilih Fokus Program Organisasi, Enggan Terlibat Polemik Penunjukan Pj Ketum PBNU

PWNU Jawa Timur Pilih Fokus Program Organisasi, Enggan Terlibat Polemik Penunjukan Pj Ketum PBNU
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memilih menjaga ritme organisasi dan tidak larut dalam dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pasca penunjukan KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU.

Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menegaskan bahwa NU sejak awal dirancang sebagai wadah pemersatu umat. Karena itu, pihaknya menilai sikap yang paling tepat saat ini adalah menjaga suasana kondusif dan tidak memperkeruh perbedaan pandangan yang berkembang di tingkat pusat.

Baca Juga

“PWNU Jawa Timur memilih untuk tetap tenang. Dinamika di PBNU biarlah diselesaikan sesuai mekanisme organisasi. Kami tidak ingin menambah polemik baru,” ujar Gus Kikin usai menghadiri Konferensi Internasional ECO Sunnah di Gedung KH M Yusuf Hasyim Pondok Pesantren Tebuireng, Diwek, Jombang, Sabtu (13/12/2025).

Menurutnya, NU memiliki sistem dan aturan yang kokoh, mulai dari AD/ART hingga Qonun Asasi. Namun dalam praktiknya, perbedaan tafsir terhadap regulasi tersebut kerap melahirkan beragam pandangan di internal organisasi.

“Karena tafsirnya bisa berbeda-beda, PWNU Jawa Timur memilih tidak ikut mengambil posisi. Tujuannya agar perbedaan itu tidak semakin melebar,” jelas pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang tersebut.

Di tengah isu nasional PBNU, PWNU Jawa Timur memastikan roda organisasi di daerah tetap berjalan. Salah satu fokus utama saat ini adalah program turun ke bawah (turba) ke seluruh cabang NU di Jawa Timur.

“Dari total 45 cabang NU di Jawa Timur, turba sudah berjalan di 24 cabang dan itu murni program organisasi. Tidak ada kaitannya dengan dinamika PBNU,” tegasnya.

Gus Kikin kembali mengingatkan bahwa kekuatan NU terletak pada komitmen terhadap aturan organisasi. Selama anggaran dasar dijadikan pegangan, ia optimistis berbagai persoalan dapat diselesaikan dengan baik.

Terkait wacana percepatan Musyawarah Luar Biasa (MLB) PBNU, PWNU Jawa Timur menegaskan tidak berada di barisan pengusul. Namun demikian, jika langkah tersebut dinilai sebagai jalan terbaik bagi kemaslahatan NU, pihaknya terbuka untuk mempertimbangkan.

“Kami tidak mengusulkan MLB. Tapi kalau ada pihak yang mendorong dan itu dianggap membawa kebaikan bagi NU, tentu akan kami sikapi secara arif dan melalui musyawarah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti mulai memudarnya tradisi musyawarah dalam kehidupan organisasi. Padahal, menurut Gus Kikin, musyawarah merupakan ruh NU sejak didirikan para ulama.

“NU ini organisasi keagamaan. Selain ikhtiar rasional, ada pendekatan batin seperti istikharah. Kalau itu dijaga, saya yakin NU akan menemukan solusi terbaiknya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, rapat pleno PBNU pada Selasa (9/12/2025) di Jakarta menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketua Umum PBNU hingga Muktamar 2026. Keputusan tersebut dipimpin oleh M Nuh dan disebut telah disepakati seluruh peserta rapat.

Namun, keputusan itu memunculkan dinamika internal setelah beredar surat edaran tertanggal 25 November 2025 yang menyebutkan pemberhentian Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU. Gus Yahya menegaskan dirinya masih sah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU hasil Muktamar NU 2021 dan menyebut rapat pleno tersebut tidak memiliki dasar keabsahan.

Berita Terkait