Pelunasan Bipih Tahap II Dibuka, Ratusan Jemaah Cadangan Jombang Siap Berangkat Haji 2026

Foto : Suasan di kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kabar baik bagi calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Jombang. Pemerintah kembali membuka pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap II yang berlangsung mulai Kamis, 2 Januari hingga 9 Januari 2026.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, menyampaikan bahwa pelunasan tahap kedua ini diperuntukkan bagi jemaah yang belum melunasi pada tahap pertama, sekaligus mencakup sejumlah kategori prioritas.

Baca Juga

“Pelunasan Bipih tahap II dibuka mulai 2 sampai 9 Januari 2026. Untuk jumlah pasti jemaah yang akan melunasi, kami masih menunggu keputusan dari pusat,” ujar Ilham saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, peluang terbesar pelunasan berasal dari kelompok jemaah cadangan. Di Kabupaten Jombang, jumlah jemaah yang masuk dalam kuota cadangan mencapai 578 orang dan telah mendapatkan sosialisasi terkait prosedur serta ketentuan pelunasan.

“Sebagian besar yang berpotensi melunasi berasal dari jemaah cadangan. Sosialisasi sudah kami lakukan sebelumnya,” jelasnya.

Selain jemaah cadangan, pelunasan Bipih tahap II juga terbuka bagi pendamping jemaah lanjut usia, pendamping jemaah disabilitas, jemaah yang terpisah dari mahram, serta jemaah yang belum menyelesaikan pembayaran pada tahap pertama.

Untuk musim haji 2026, besaran Bipih bagi jemaah Embarkasi Surabaya ditetapkan sebesar Rp60.645.422. Dengan setoran awal haji sebesar Rp25 juta, jemaah masih harus melunasi sisa biaya Rp35.645.422.

Ilham mengimbau agar seluruh calon jemaah yang termasuk dalam kategori pelunasan tahap II aktif memantau informasi resmi dari Kemenag serta segera melengkapi persyaratan administrasi dan kesehatan agar tidak kehilangan kesempatan berangkat haji tahun ini.

Berdasarkan data pelunasan tahap pertama, dari total 1.190 calon jemaah haji asal Jombang, sebanyak 910 orang telah menyelesaikan pembayaran. Sementara itu, 121 jemaah dijadwalkan mengikuti pelunasan tahap kedua.

Selain itu, terdapat 58 jemaah yang masih dalam proses pemeriksaan. Rinciannya, 28 jemaah telah dinyatakan istithaah namun masih menunggu proses unggah data ke Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), sedangkan 35 jemaah lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan kesehatan.

Ilham juga mengungkapkan bahwa sejumlah jemaah dipastikan tidak berangkat haji pada 2026. Rinciannya, 103 jemaah memilih menunda keberangkatan, 34 jemaah meninggal dunia, 16 jemaah pindah domisili, serta enam jemaah dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah.

Berita Terkait