JOMBANG, KabarJombang.com – Persiapan keberangkatan calon jemaah haji (CJH) reguler asal Jombang untuk musim haji 2026 memasuki fase krusial. Di tengah proses verifikasi dokumen yang masih berjalan, jumlah jemaah yang tercatat dalam daftar keberangkatan sementara justru menunjukkan tren peningkatan.
Data terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah mencatat 1.172 warga Jombang masuk dalam daftar sementara. Namun, Kantor Kemenag Jombang menegaskan bahwa angka tersebut belum final.
“Proses verifikasi belum selesai, sehingga kemungkinan total jemaah bertambah masih sangat terbuka,” ujar Kasi Haji dan Umrah Kemenag Jombang, Ilham Rohim, saat dikonfirmasi Jumat (21/11/2025).
Meski kuota sementara sudah dirilis, sebagian besar jemaah ternyata belum menyelesaikan tahapan administrasi penting. Hingga Rabu (19/11/2025), hanya 341 jemaah yang sudah mengajukan proses visa, sementara 831 lainnya belum memulai tahapan tersebut. Ia mengimbau jemaah agar tidak menunggu hingga tenggat waktu.
“Batas akhir pengurusan visa dijadwalkan Jumat (21/11/2025). Kami minta jemaah segera mengurus agar tidak terhambat proses berikutnya,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa secara nasional waktu yang tersedia masih cukup panjang karena penutupan tahap administrasi ditetapkan hingga pertengahan Ramadan 2026.
Di sisi lain, jemaah yang sudah masuk kuota keberangkatan tetap belum bisa menyelesaikan pembayaran pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Penyebabnya, Keputusan Presiden terkait besaran BPIH tiap embarkasi belum terbit.
“Belum ada Keppres. Kalau sudah muncul, baru bisa dilakukan pelunasan,” ungkap Ilham.
Pemerintah dan DPR sebelumnya telah menyepakati rata-rata nasional BPIH 2026 sebesar Rp 54.193.806. Namun, angka ini akan disesuaikan lagi untuk setiap embarkasi, termasuk Surabaya yang menjadi titik keberangkatan jemaah Jombang.
Menurut Ilham, perbedaan nilai akhir tidak akan jauh dari keputusan nasional. Dengan setoran awal sebesar Rp 25 juta yang sudah dibayarkan saat pendaftaran, jemaah diperkirakan perlu menyiapkan pelunasan sekitar Rp 29 juta.









