Keutamaan Salat Rawatib di Waktu Dhuhur

Ilustrasi. (Istimewa).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Dari Abdullah bin As-Saib, beliau mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa menunaikan salat empat rakaat setelah waktu zawal (matahari bergeser ke barat), sebelum salat Dhuhur (dilaksanakan). Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهَا سَاعَةٌ تُفْتَحُ فِيهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَأُحِبُّ أَنْ يَصْعَدَ لِى فِيهَا عَمَلٌ صَالِحٌ

Baca Juga

Ini adalah waktu dibukakannya pintu langit. Aku suka jika amalan shalihku naik pada saat itu.” (HR. Tirmidzi, no. 478 dan Ahmad, 5: 418. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

Hadits ini menunjukkan keutamaan salat empat rakaat sebelum Dhuhur. Salat ini biasa disebut pula dengan salat zawal dan termasuk salat rawatib qabliyah Dhuhur.

Seputar Salat Sunnah Rawatib Dhuhur

Salat rawatib Dhuhur dapat dikerjakan dengan tiga cara berikut.

  • Salat 4 rakaat sebelum dan 4 rakaat sesudahnya.
  • Salat 4 rakaat sebelum dan 2 rakaat sesudahnya.
  • Salat 2 rakaat sebelum dan 2 rakaat sesudahnya.

Semua cara ini bisa dikerjakan. Di antara dalil yang menunjukkan rincian di atas adalah :

Pertama :

Dari Ummu Habibah, beliau mengatakan bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرُمَ عَلَى النَّارِ

Barangsiapa menjaga salat 4 rakaat sebelum Dhuhur dan 4 rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkan neraka baginya.” (HR. Tirmidzi, no. 428; Ibnu Majah, no. 1160. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih)

Hadits ini menunjukkan dianjurkannya mengerjakan salat 4 rakaat sebelum dan sesudah Dhuhur, juga keutamaan bagi yang selalu merutinkannya.

Kedua:

Dari Abdullah bin Syaqiq, beliau mengatakan, bahwa beliau menanyakan pada Aisyah tentang salat sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Aisyah lantas menjawab, Beliau biasanya mengerjakan salat empat rakaat sebelum Dhuhur di rumahku. Lalu beliau keluar untuk salat Dhuhur bersama para sahabat. Kemudian beliau masuk rumah dan mengerjakan salat dua rakaat. (HR. Muslim, no. 730)

Hadits ini menunjukkan disyariatkannya pula salat empat rakaat sebelum dan dua rakaat sesudah Dhuhur. Namun perlu diperhatikan bahwa mengerjakan salat empat rakaat di sini adalah dengan dua rakaat kemudian salam dan dua rakaat kemudian salam. Karena keumuman hadits tadi dikhususkan dengan hadits,

صَلاَةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى

Salat sunnah pada malam dan siang hari adalah dengan dua rakaat salam dan dua rakaat salam.” (HR. An-Nasai, no. 1666; Ibnu Majah, no. 1322. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih).

Ketiga:

Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan,

حَفِظْتُ مِنَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِى بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِى بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الصُّبْحِ

Aku menghafal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sepuluh raka’at (sunnah rawatib), yaitu dua raka’at sebelum Dhuhur, dua raka’at sesudah Dhuhur, dua raka’at sesudah Maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum Shubuh.” (HR. Bukhari, no. 1180)

Hadits ini menunjukkan disyariatkannya pula salat dua rakaat sebelum dan dua rakaat sesudah Dhuhur.

Intinya, setiap muslim bisa memilih ketiga cara ini, bahkan bisa berganti-ganti.

Bagaimana jika luput dari salat empat rakaat sebelum Dhuhur ?

Kalau luput dari salat empat rakaat sebelum Dhuhur maka boleh mengerjakannya ketika selesai melaksanakan salat Dhuhur. Dalilnya adalah :

Aisyah mengatakan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam jika luput mengerjakan empat rakaat sebelum Dhuhur, beliau mengerjakannya sesudah melaksanakan salat Dhuhur (yaitu setelah ba’diyah Dhuhur, pen.). (HR. Tirmidzi, no. 426; Ibnu Majah, no. 1158).

Bagaimana jika luput dari dua rakaat ba’da Dhuhur

Boleh mengqadha salat ini setelah salat Ashar sebelum matahari menguning. Namun hendaknya hal ini tidak dijadikan kebiasaan. Dalam shahih Bukhari Muslim diceritakan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah disibukkan dengan masuk islamnya beberapa orang dari kaum Abdul Qoys. Lalu beliau luput dari salat dua rakaat bada Dhuhur dan mengqadhanya setelah salat ashar.

Mudah-mudahan kita dimudahkan Allah SWT melaksanakan amalan ini.

INSTAGRAM

Berita Terkait