DIWEK, KabarJombang.com — Menanggapi keluhan salah satu guru taman kanak-kanak (TK) di Kecamatan Diwek Jombang terkait adanya pungutan usai pencairan tunjangan sertifikasi, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Diwek memberikan jawabannya.
Ketua IGTKI Kecamatan Diwek, Asmaniah, menyatakan bahwa apa yang selama ini disebut sebagai ‘pungutan’ oleh sebagian guru sebenarnya merupakan bentuk kebersamaan dan inisiatif untuk saling berbagi antar rekan guru, bukan suatu kewajiban apalagi pemaksaan.
“Yang ada itu hanya teman-teman yang ingin berbagi setelah menerima tunjangan. Istilahnya, biar nggak pelit lah. Tidak lebih dari itu. Temanya ya hanya ingin sama-sama merasakan rezeki yang diterima,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (24/9/2025).
Menurut Asmaniah, kebiasaan memberi kenang-kenangan seperti kaos dan kerudung bukanlah aturan resmi dari IGTKI, melainkan kesepakatan di antara para guru yang baru pertama kali menerima tunjangan sertifikasi.
“Itu hanya pertama saja, tidak berlanjut. Kalau dihitung pun sebenarnya tidak besar. Dan semuanya dilakukan dengan minta izin terlebih dahulu,” tambahnya.
Terkait keberatan dari guru yang merasa terbebani, khususnya bagi mereka yang memiliki kondisi ekonomi kurang mampu, Asmaniah menyebut bahwa hal itu tetap menjadi pilihan pribadi. “Kalau memang ada yang tidak ingin berbagi, ya tidak masalah. Tidak ada yang memaksa. Itu kembali ke pribadi masing-masing,” tegasnya.
Ia juga membantah tudingan bahwa tidak ada dukungan dari rekan guru selama proses sertifikasi. Menurutnya, dukungan bisa datang dalam bentuk lain, seperti pemberian jam mengajar yang menjadi syarat utama dalam proses sertifikasi.
“Kalau teman-temannya memberi jam mengajar, itu sudah bentuk bantuan. Jadi tidak usah dibesar-besarkan. Ini hal yang biasa saja,” ujarnya.
Asmaniah berharap agar peristiwa ini tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut dan tidak merusak hubungan sesama guru TK di wilayahnya.
“Saya harap tidak perlu dibawa ke arah yang negatif. Kebersamaan dan solidaritas itu penting, tapi tentu harus tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing,” pungkasnya.









