PETERONGAN, KabarJombang.com – Upaya mencetak generasi ilmuwan muda berkarakter Qurani terus digalakkan MTs Plus Darul Ulum Jombang melalui kegiatan Gebyar Mahakarya Integrasi Al-Qur’an dan Sains. Ajang ini diikuti ratusan siswa sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kegiatan yang juga dikenal dengan sebutan GEMA IQ (Gebyar Mahakarya Integrasi Al-Qur’an dan Sains) tersebut digelar di kawasan Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Minggu (1/2/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, GEMA IQ mempertandingkan sejumlah cabang lomba, di antaranya Musabaqoh Hifdzul Qur’an (MHQ) Juz 30, Olimpiade MIPAS yang meliputi Matematika, IPA terpadu, dan IPS, serta Pildacil (pidato dan dakwah cilik). Seluruh cabang lomba mengusung tema integrasi nilai-nilai Islam, Al-Qur’an, dan sains.
Sebanyak 223 peserta tingkat SD dan MI se-Jawa Timur tercatat mengikuti kompetisi ini. Sebelumnya, para peserta telah melalui tahapan seleksi daring sejak Oktober 2025. Dari ratusan peserta tersebut, terpilih 15 peserta terbaik yang berhak tampil pada babak grand final yang digelar secara luring.
Salah satu peserta lomba Pildacil, Maryam Afifah (9), siswi kelas III asal Kota Malang, mengaku senang dapat mengikuti ajang tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk melatih keberanian sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan.
“Saya senang bisa ikut lomba ini. Selain belajar berani tampil di depan umum, saya juga bisa belajar agama dan cara berdakwah,” ujar Maryam.
Sementara itu, Kepala MTs Plus Darul Ulum Jombang, Sholihan, menjelaskan bahwa kegiatan ini menekankan pentingnya integrasi antara Al-Qur’an dan sains. Ia menilai, masih adanya anggapan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum perlu diluruskan sejak dini.
“Kami ingin menegaskan bahwa tidak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sains. Semua ilmu pada hakikatnya bersumber dari Al-Qur’an,” kata Sholihan.
Ia menambahkan, cabang olimpiade yang diperlombakan meliputi MIPAS, Matematika, IPA terpadu, dan IPS. Sementara lomba Pildacil juga tetap mengangkat tema integrasi Islam, Al-Qur’an, dan sains.
Untuk cabang Musabaqoh Hifdzul Qur’an, Sholihan menyebut lomba ini sejalan dengan program tahfidz yang dikembangkan secara berjenjang di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum.
“Di MTs Plus ada program tahfidz, di Aliyah juga ada, bahkan di tingkat perguruan tinggi terdapat Ma’had Aly yang fokus pada Al-Qur’an dan hifdzul Qur’an. Ini bagian dari mata rantai kaderisasi tahfidz yang berkesinambungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan ilmu keagamaan tidak membuat pihaknya mengabaikan perkembangan sains dan teknologi. Saat ini, MTs Plus Darul Ulum juga mengembangkan pembelajaran robotika, multimedia, serta berbagai keterampilan teknologi lainnya.
“Kami ingin santri dan siswa memiliki keterampilan di bidang sains dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Prinsip kami adalah menjaga tradisi ulama yang baik, sekaligus mengambil ilmu pengetahuan modern yang terus berkembang,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, MTs Plus Darul Ulum Jombang berharap mampu melahirkan generasi Qurani yang cerdas, berprestasi, dan siap menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.









