JOMBANG, KabarJombang.com – Dalam upaya memperkuat kesadaran hukum dan mencegah keterlibatan pelajar dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, jajaran Polres Jombang menggelar kegiatan edukatif di dua sekolah menengah kejuruan, yakni SMK Dwija Bhakti dan SMK PGRI 2 Jombang, pada Rabu (3/9/2025).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, ini menitikberatkan pada dua isu krusial, penggunaan media sosial secara bijak dan pentingnya pelajar menjauhi aktivitas demonstrasi ilegal.
“Di era digital ini, pelajar harus lebih selektif dalam menyerap informasi. Jangan mudah percaya, apalagi menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Ini bisa berdampak luas dan menimbulkan keresahan,” ungkap Kapolres saat memberikan materi penyuluhan.
Menurutnya, penyebaran hoaks dan keterlibatan dalam aksi unjuk rasa yang tidak memiliki dasar hukum atau izin resmi menjadi tantangan nyata bagi generasi muda. Karena itu, edukasi langsung kepada pelajar menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga stabilitas sosial, terutama di lingkungan sekolah.
AKBP Ardi Kurniawan juga mengajak para pelajar untuk lebih memfokuskan diri pada pendidikan dan pengembangan diri. Ia menilai, masa remaja adalah fase yang krusial dalam membentuk karakter dan masa depan seseorang.
“Pelajar memiliki peran besar sebagai agen perubahan, tapi harus dimulai dengan langkah yang tepat, yakni melalui pendidikan dan pembentukan karakter positif,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kasat Binmas, Kasat Lantas, serta Kapolsek Jombang, dan mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Para siswa terlihat antusias mengikuti penyuluhan, bahkan beberapa di antaranya menyatakan komitmen untuk menjadi pelajar yang cerdas dalam bermedia sosial dan aktif menjaga lingkungan tetap kondusif.
Penyuluhan ini merupakan bagian dari program preventif Polres Jombang yang bertujuan membentengi pelajar dari pengaruh negatif lingkungan dan media, sekaligus menanamkan nilai-nilai tanggung jawab sosial sejak dini.









