Stok Pupuk Bersubsidi, Pemkab Jombang Jamin Aman

Kepala Dinas Pertanian Jombang, Priadi ketika ditemui Kabarjombang.com. (Daniel). 
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Pemkab Jombang, menjamin stok pupuk bersubsidi pada musim tanam selanjutnya aman dan sesuai dengan kebutuhan petani.

“Pupuk subsidi setiap saat ada di kios pengecer, dan didistribusikan sesuai dengan alokasi. Selain itu, kebutuhan petani ini sudah dilakukan uji laboratorium dan pupuk disesuaikan kebutuhan tanam,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Jombang Priadi, Senin (29/3/2021).

Baca Juga

ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri PUPR
ucapan idul fitri Bappeda Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
iklan bank jombang kredit
ucapan idul fitri BPKAD jombang
ucapan idul fitri BKDPP jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
ucapan idul fitri Disdik jombang
ucapan idul fitri dishub jombang
ucapan idul fitri PKB
ucapan idul fitri kemenag jombang
ucapan idul fitri satpol pp jombang

Meskipun pada tahun 2021 jatah pupuk bersubsidi di Kabupaten Jombang berkurang dari tahun sebelumnya. Pemkab Jombang tahun ini mendapatkan bantuan pupuk oraganik cair (POC) dari Kementerian Pertanian untuk 8 ribu hektar atau sekitar 40 ribu liter.

Sementara itu, alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Jombang pada tahun 2021 sebanyak 55 ribu ton. Di antaranya adalah pupuk Urea, SP 36, ZA, NPK Phonska, dan Organik Granule.

Seluruh petani yang sudah terdata akan mendapatkan pupuk sesuai dengan alokasi.

Menghadapi musim tanam pada tahun 2021, pendataan petani untuk menerima alokasi pupuk bersubsidi sudah dilakukan pada tahun sebelumnya yakni tahun 2020. Pendataan berakhir pada bulan Desember 2020.

“Meskipun pendataan sudah berakhir, Kementrian Pertanian akan membuka slot pendataan kembali selama dua hari saja. Namun belum tahu kapan pastinya. Sebelumnya pada Februari tanggal 24 – 25 juga dibuka kembali untuk memberikan kesempatan pada petani yang belum terdata di RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok),” katanya.

Seluruh petani yang hendak mendaftar, menyertakan salinan KTP, KK, dan kempemilikan tanah untuk pengajuan. Sedangkan petani yang namanya belum terdata di E-RDKK (RDKK elektronik) tidak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi.

“Ketersedian pupuk ada, tapi berdasarkan alokasi. Dan alokasi tidak selalu sama dengan RDKK. Sebab RDKK hanya usulan, dan keputusan alokasi pupuk dapat berapa dari pemerintah,”terangnya.

Pada musim hujan pertama (MP) terdapat 42 ribu hektare padi yang ditanam di wilayah Kabupaten Jombang. Saat ini sekitar 20.632 hektare atau 48 persen padi sudah dipanen, dengan produksi gabah hingga mencapai 134 ribu ton.

Jika dibandingkan pada panen raya di musim yang sama tahun lalu. Produksi gabah musim ini cenderung alami kenaikan walaupun tipis,sekitar 0.07 persen.

“Dari lahan 42 ribu hektar itu, kalau dengan analisa gabah akan menghasilkan beras kurang lebih 140.679 ton. Asumsinya jumlah penduduk 1,2 juta jiwa dikali 99 kilogram per tahun (rata-rata konsumsi beras warga di Jombang) dibutuhkan sekitar 127 ribu ton . Sehingga pada MP saja kami surplus 13.679 ton, belum lagi MK (musim kemarau) pertama dan kedua,” tambahnya.

Guna mempertahankan tingkat produksi naik, diakuinya pada sebelumnya dan tahun ini memotivasi seluruh petani di wilayah Jombang untuk menggunakan POC dan juga bokasi. Sebab pupuk oraganik itu dikatakannya mampu meningkatkan kesuburan tanah dan menghasilkan produksi yang optimal.

 

Berita Terkait