JOMBANG, KabarJombang.com – Untuk memastikan program bantuan ternak tahun 2025 berjalan transparan dan tepat sasaran, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kelompok peternak penerima bantuan.
Sidak yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Peternakan Jombang, Moh. Saleh, ini dimulai sejak Selasa (14/10/2025), dengan menyasar beberapa lokasi, di antaranya kelompok peternak di Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, serta Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro.
Kegiatan ini dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya guna mendapatkan gambaran kondisi riil di lapangan.
“Sidak bantuan ternak ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan setiap rupiah dari anggaran APBD 2025 benar-benar memberikan dampak nyata bagi peternak di Jombang. Kami tidak ingin ada bantuan yang disalahgunakan atau tidak dimanfaatkan secara optimal,” ujar Moh. Saleh, Minggu (19/10/2025).
Dalam pelaksanaannya, tim Dinas Peternakan memfokuskan pemeriksaan pada lima aspek utama: kondisi kesehatan ternak, kelengkapan administrasi kelompok, kesesuaian penerima bantuan, manajemen pemeliharaan, serta dampak ekonomi terhadap peternak penerima.
“Fakta di lapangan harus sesuai dengan data administrasi. Semua perkembangan ternak wajib dicatat dengan baik. Bantuan yang bersifat bergulir ini nantinya juga akan disalurkan kepada kelompok lain agar pemerataan ekonomi desa terus berjalan,” tambah Saleh.
Saleh menegaskan, pihaknya tidak hanya fokus pada proses penyaluran bantuan, tetapi juga pada pendampingan berkelanjutan.
Tahun ini, Dinas Peternakan berencana memperketat seleksi penerima dan memperkuat pelatihan pascapanen serta manajemen ternak untuk meningkatkan kapasitas peternak.
“Hasil sidak ini akan menjadi bahan evaluasi. Bagi penerima yang kurang aktif, akan diberikan pembinaan khusus. Kami berkomitmen agar program bantuan ternak mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan, bukan sekadar seremonial,” tegasnya.
Sementara itu, Mohamad Solikin, salah satu anggota Kelompok Ternak Sapi Potong Dusun Rejosari, Desa Rejoagung, menyambut baik langkah tersebut.
Ia menilai kehadiran langsung pejabat dinas di lapangan menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap para peternak.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Sapi yang kami terima sehat, dan dengan adanya sidak, kami merasa lebih diperhatikan serta termotivasi untuk meningkatkan usaha ternak,” ungkap Solikin.
Melalui langkah proaktif ini, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang berharap program bantuan ternak 2025 dapat benar-benar meningkatkan kesejahteraan peternak, memperkuat produksi peternakan lokal, dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.









