JOMBANG, KabarJombang.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menemui sejumlah petani saat melakukan kunjungan di desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Sabtu (25/10/2025) sore.
Sebelum menemu para petani, pria yang akrab disapa Zulhas tersebut, memantau kios pupuk untuk mengetahui bagaimana cara pembelian atau bertransaksi pupuk bersubsidi. Hal itu untuk memastikan, pupuk subsidi tepat sasaran sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Selain itu, Zulhas juga menyaksikan salah satu teknologi drone yang dimiliki oleh petani di lokasi tersebut. Dimana, drone tersebut bisa melakukan penyemprotan lahan padi yang cukup luas di area tersebut dengan cepat dan efisien.
Zulhas kemudian menemui sejumlah petani dan melakukan dialog bersama merka. Zulhas menjelaskan, di era Presiden Prabowo, harga pupuk mulai turun dan HPP gabah cukup tinggi.
“Alhamdulillah kebijakan Pemerintah di era pak Prabowo ini, harga pupuk turun dan harga gabah cukup tinggi. Sehingga hal ini sangat menguntungkan para petani. Betul tidak?,” ungkap Zulhas disambut tepuk tangan para petani.
Zulhas juga menegaskan, agar tidak ada yang main-main dalam urusan pupuk bersubsidi. “Pembeli harus langsung petani, ada lahannya ada pupuknya. Jangan sampai tidak punya lahan bisa membeli pupuk bersubsidi. Itu namanya makelar, akan kita sikat semua yang gitu-gitu,” tegasnya.
Sementara itu, para petani yang berdialog dengan Zulhas juga mengucapkan terimakasih atas kebijakan pemerintah yang telah menurunkan harga pupuk bersubsidi. Namun, petani juga meminta agar kuotanya ditambah.
“Kami ucapkan terimakasih Pak Menteri, karena sudah menurunkan harga pupuk. Tapi kalau bisa kuotanya ditambah Pak, karena kebutuhan kami untuk lahan per 100 ru, itu butuh 100 kilo. Namun kuotanya itu hanya 50 kilo untuk 100 ru,” pinta petani kepada Zulhas.
Zulhas pun menjawab, bahwa kuota pupuk bersubsidi sudah ditambah 2 kali lipat oleh pemerintah dibanding sebelumnya. Dari sekitar 4,7 juta ton, menjadi sekitar 9,5 juta ton.









