Cuaca Ekstrem Ancam Peternakan Ayam Broiler di Mojowarno Jombang, Peternak Perketat Pengaturan Suhu Kandang

Foto: Kondisi ayam broiler milik Samsul Ma’arif warga Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno. (Istimewa/KabarJombang).
  • Whatsapp

MOJOWARNO, KabarJombang.com – Cuaca ekstrem yang berganti secara drastis antara kondisi panas dan hujan deras mulai menjadi ancaman serius bagi peternak ayam broiler di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Perubahan suhu yang tidak menentu memicu stres pada ayam, menurunkan nafsu makan, serta berpotensi menyebabkan gagal panen.

Baca Juga

Ayam broiler, khususnya yang masih berusia muda dan menjelang panen, sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Tanpa manajemen suhu kandang yang tepat, risiko kematian mendadak dan kerugian finansial dapat meningkat.

“Cuaca sekarang sulit ditebak. Ketika siang hari cuaca panas, kandang seperti dioven. Ketika sore tiba-tiba hujan deras, suhu langsung turun. Jika para peternak lengah, ayam mudah stres dan nafsu makan menurun,” ujar Samsul Ma’arif, peternak ayam broiler, Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Jumat (14/11/2025).

Menurutnya, suhu panas dapat menyebabkan heat stress pada ayam. Gejalanya antara lain ayam dapat terengah-engah, minum secara berlebihan, dan malas makan. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan terhambat dan feed conversion ratio (FCR) menjadi tidak efisien.

Sebaliknya, suhu dingin akibat curah hujan tinggi membuat ayam mengeluarkan energi tambahan untuk menghangatkan tubuh. Energi yang seharusnya digunakan untuk bertumbuh teralih sehingga menyebabkan pemborosan pakan dan pertumbuhan tidak optimal.

Untuk mengatasi situasi tersebut, peternak di Mojowarno menerapkan sejumlah strategi antara lain Mengoptimalkan ventilasi dan sirkulasi udara melalui blower atau membuka sisi kandang.

“Ventilasi dikandang ayam memiliki peran penting karena mampu memberikan sirkulasi udara bagi ayam, selain itu sirklus udara bisa melalui blower,” terangnya.

Lebih dari itu, upaya yang dilakukannya dengan memberikan penyemprotan kabut (fogging) saat suhu sangat panas, mengatur kepadatan ayam agar suhu mikro tidak meningkat, menggeser jadwal pemberian pakan ke waktu suhu lebih sejuk, memantau suhu kandang secara berkala menggunakan termometer, dan menyesuaikan tirai kandang sesuai kondisi cuaca.

Saat ini, Samsul memelihara sekitar 4.400 ekor ayam broiler berusia 18 hari dengan bobot rata-rata satu kilogram. Ketika dalam kondisi normal, proses panen mampu menghasilkan hingga 10 ton.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moh Saleh, mengimbau para peternak agar meningkatkan kewaspadaan dan mencatat kondisi kandang setiap harinya.

“Peternak ayam broiler harus cerdas membaca cuaca. Sistem ventilasi yang baik dan pengelolaan kandang yang disiplin menjadi kunci utama mencegah gagal panen di situasi cuaca ekstrem seperti sekarang,” tegasnya.

Berita Terkait