Wanita di Jogoroto Jombang, Jadi Korban Penyalahgunaan Akun Pinjol oleh Teman, Terlilit Utang Rp 65 Juta

Foto : Ilustrasi dibuat dengan ai.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com — Seorang wanita berinisial DDE, warga Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, mengaku menjadi korban penyalahgunaan akun pinjaman online (pinjol) oleh temannya sendiri. Akibatnya, ia kini harus menanggung jeratan utang hingga Rp 65 juta dan mendapat tekanan hingga teror dari debt collector.

DDE menceritakan bahwa permasalahan ini bermula pada awal 2024, ketika seorang temannya, ABN, warga Kecamatan Jombang Kota, meminjam akun pinjol miliknya.

Baca Juga

“Dari awal itu dia minjem pakai akun pinjolku. Awal-awal bayarnya lancar. Tapi pas sudah banyak totalnya, dia nggak mau bayar lagi,” ungkap DDE, saat dikonfirmasi pada Jumat (14/11/2025).

Tunggakan mulai terjadi sejak Agustus 2025 dan berlanjut hingga November saat ini. Selama berbulan-bulan penagihan, DDE yang bekerja di sebuah apotek justru ikut menjadi sasaran teror dari debt collector.

“Pinjol kan nggak bisa nunggu lama. Akhirnya kelacak kalau saya kerja di apotek. Nomor apotek sampai diteror, ditelepon dan dikirimi pesan berantai,” katanya.

Gangguan tersebut membuat pihak apotek memanggil ABN untuk meminta klarifikasi. Ia akhirnya mengakui bahwa benar menggunakan akun pinjol milik DDE hingga total pinjaman mencapai Rp 65 juta.

Karena situasi yang mengganggu operasional, bos tempat DDE bekerja memberikan ultimatum bahwa dalam waktu 3×24 jam masalah harus diselesaikan agar debt collector tidak lagi menghubungi apotek.

“Aku sekarang di-cut off sementara. Nggak bisa kerja sampai masalah ini selesai,” ujar DDE.

Saat dikonfirmasi, ABN membenarkan bahwa ia meminjam uang melalui akun pinjol milik DDE. Ia menyebut kesepakatan tersebut murni atas dasar saling percaya karena tidak ada perjanjian tertulis.

“Awalnya memang saya pinjam uang lewat akun pinjol mbaknya. Itu atas dasar kepercayaan tidak ada hitam di atas putih. Saya juga nggak maksa atau intimidasi,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Jumat (14/11/2025).

Ia membantah tuduhan bahwa dirinya kabur atau tidak bertanggung jawab, dan mengaku sulit dihubungi karena pekerjaannya sebagai driver ojek online.

“Saya kerja di jalan. Kadang sehari dapat nggak sampai seratus ribu, itu belum bensin. Saya juga masih kuliah dan biayanya dari hasil narik. Jadi bukan kabur, tapi memang belum bisa bayar,” kata ABN.

Saat ditanya mengenai opsi pembayaran cicilan atau membayar seadanya sesuai permintaan korban, ABN mengatakan belum memiliki kemampuan finansial.

“Untuk bayar cicilan itu saya belum ada sama sekali. Saya lagi cari kerja yang tetap. Orang tua hanya bisa bantu mencarikan solusi. Saya tidak ada itikad jelek, tapi kalau belum ada uang harus bagaimana?” terangnya.

ABN juga mengungkapkan bahwa dana pinjol tersebut sebagian besar digunakan untuk biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari.

“Untuk keperluan kuliah dan lain-lain. Bulan Juli atau Agustus terakhir saya bayar. Setelah itu kontrak kerja saya nggak diperpanjang dan saya sekarang belum bisa bayar,” tutupnya.

Berita Terkait