Belum Setahun Dibangun, Dua Jalan Rabat Beton di Desa Kebontemu Jombang Rusak

Jalan rabat beton di Desa Kebontemu, Peterongan yang belum setahun digarap sudah rusak. (Slamet).
  • Whatsapp

PETERONGAN, KabarJombang.com – Dua Proyek jalan rabat beton di Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2023 dengan nilai Rp 104,427,000  dan Bantuan Keuangan Khusus  (BKK) tahun 2023  dengan nilai Rp150.000,000 diduga  tidak berkualitas.

Pasalnya, jalan yang baru dikerjakan  sekitar lima bulan tersebut, sudah banyak yang retak bahkan hancur.

Baca Juga

Dari pantauan awak media di lokasi, Kamis (27/7/2023) lalu, proyek yang bernilai ratusan juta rupiah ini memang sudah dalam kondisi rusak. Cor betonnya sudah mengalami hancur mengelupas, retak dan pecah. Kondisi tersebut menguatkan rendahnya mutu serta kwalitas pada pengerjaan proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun 2023. Informasi yang berkembang proyek tersebut dikerjakan pihak ketiga

Dwi Andika Koordinator Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kabupaten Jombang sangat menyayangkan proyek yang baru dikerjakan sudah rusak. Hasil investigasi tim aliansi ke proyek tersebut seharusnya tidak mengalami kerusakan seperti itu karena proyek tersebut belum genap satu tahun,

”Kami menduga proyek tersebut tidak sesuai spek, karena baru selesai dikerjakan sudah banyak yang rusak hancur dan retak. Kayaknya campuran semennya kurang itu, maka dari itu kami alinsi LSM Jombang akan melaporkan ke Kejaksaan, biar diaudit proyek tersebut,” terangnya pada KabarJombang.com, Senin (31/7/2023).

Terpisak Kepala Desa Kebontemu, Sirojul Munir saat dikonfirmasi terkait proyek tersebut mengatakan, jika proyek tersebut dikerjakan kisaran bulan tiga (Maret) tahun 2023.

“Kemarin kami sudah kordinasi dengan Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang disuruh nyaponi dulu. DMPD  juga sudah  monev  proyek tersebut, katanya tidak apa-apa, tidak ada masalah dan tidak ada anjuran dari DPMD untuk perbaikan. Kalau yang retak itu yang utara bangunan 2021 bukan proyek tahun 2023, “ujar Sirojul Munir,

“Kalau  ada kabar proyek tersebut dikerjakan pihak ketiga itu tidak benar. Proyek tersebut dikerjkan oleh pihak desa. Ketua  TPK   nya Mas Ganesa, “terangnya pada KabarJombang.com Kamis (27/7/2023) di Balai Desa Kebontemu.

Sementara itu, Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Ganesha, saat dikonfermasi  terkait persoalan tersebut mengatakan, sudah ada monev dari DPMD.

“Saya sudah diberi solusi pengikisan, kalau dikatakan rusak sih tidak, cuman  terjadi pengikisan dikarenakan umur beton belum tua. Ada yang memasuki jalan untuk penurunan combi pada waktu itu, jadi pihak desa tidak tahu itu palang di buka secara paksa. Akhirnya dilewati pada hal umur beton belum sampai 28 hari sudah dibuka dan di lewati terus terjadi pengikisan itu, “ujar Ganesha.

“Kemarin dikasih solusi oleh DPMD disuruh nyiram dulu kalau masih terjadi seperti itu oleh pihak DPMD disuruh benahi, “katanya.

Sementara yang terkait dana BKK yang panjangnya 150 meter, diakui Ganesha memang ada keretakan dan disuruh benahi pihak DMPD. “Nanti rencanaya setelah proses penyemprotan pembersihan itu baru akan dibenahi oleh pihak desa. Jadi yang ada revisi kurang benar pihak DMPD memberi solusi untuk pembenahan,  yang dapat catatan dalam monev tanggal 20 Juli 2023 kemarin yang di setorkan ke Inspektorat jalan rabat beton itu dari Dana Desa (DD) Dan BKK. Catatanya disuruh benahi dua duanya,”kata Ganesha menjelaskan pada KabarJombang.com Kamis (27/7/2023).

Saat disinggung keterangan kepala desa tidak sama dengan apa yang disampaikan, jika menurut kepala desa bahwa tidak ada teguran dari DPMD Jombang, disuruh memperbaiki terkait proyek tersebut Ganesha mengatakan  pihak DPMD tidak ketemu kepala desa.

“Saya sendiri yang mengawal pihak DPMD ke lapangan, mungkin pak lurah dengar-dengar dari perangkat yang lain, pak lurah tidak bisa hadir kok ketika itu, ahkirnya saya yang mendapingi karena saya selaku TPK,”ujar Ganesha menandaskan.

Sedangkan informasi yang berkembang sesama pemborong  jika Ketua TPK Kebontemu  juga merangkap jadi pemborong,  hal tersebut dibantah Ganesha.

”Mboten pak kulo niku mborong nopo kulo niku, namung TPK teng deso. (Tidak pak, saya itu borong apa itu, saya cuma TPK di desa, “ jawabnya.

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait