Pandemi Covid-19, Tetap Modis Pakai Masker Batik Khas Jombang

Nunuk Rahmawati, pemilik galeri Pesona Batik Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Pandemi Covid-19 rupanya tak menyurutkan niat salah satu pengrajin batik di Kabupaten Jombang, untuk tetap memperkenalkan ‘batik Jombangan’ ke masyarakat luas. Salah satu kreasi anyar-nya, yakni berupa masker berbahan kain batik khas Kota Santri.

Disamping dipakai orang untuk mencegah penularan virus Corona, masker batik Jombangan buatan galeri Pesona Batik Jombang ini, trendy dan fashionable alias modis saat dipakai.

Baca Juga

Tak hanya itu, galeri beralamat di Jalan Basuki Rahmat, Dusun Jambu, Desa Jabon, Gang 2, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini, juga memproduksi beberapa varian warna masker dengan motif batik khas Jombang.

Nunuk Rahmawati, pemilik galeri pesona batik Jombang ini mengatakan, usaha batiknya dirintis sejak 5 tahun lalu. Seperti umumnya, usahanya dimulai dengan memproduksi fashion batik. Namun, saat pandemi virus Corona, produksinya dialihkan ke masker batik.

“Kami mulai memproduksi masker batik sejak 3 pekan lalu. Waktu ramai-ramainya virus Corona. Awalnya, ada teman-teman dari dinas yang minta dibuatkan masker berbahan kain batik. Batik yang saya buat masker adalah batik motif Jombangan. Selain fashionable, kita juga bias memperkenalkan batik khas Jombang,” tutur istri Kapolsek Kudu, AKP Anang Nurwahyudi ini.

Beberapa waktu setelah ada pesanan teman-temannya itu, ia pun kembali mendapatkan banyak order. Seiring kebijakan pemerintah agar warganya wajib memakai masker. Kini, dalam sepekan, galerinya mampu memproduksi sebanyak 2.500 pieces masker batik Jombangan.

“Banyak yang pesan masker saya, selain dari warga, rekan-rekan dari dinas juga banyak yang pesan. Untuk sehari, kami bisa memproduksi 100 masker. Dibantu satu karyawan yang bertugas menjahit,” ucapnya.

Soal harga, Nunuk merinci harga satu helai masker dia jual seharga Rp 5 ribu. Harga tersebut, menurutnya, masih standar dan tidak memberatkan kantong konsumen. Lebih lagi, motif batik Jombangan ini, bukan hasil pabrikan alias hasil kreasi sendiri.

“Masker ini dari berbahan kain yang sudah dibatik. Motif batiknya khas Jombang dan kita buat sendiri,” kata Nunuk.

Selain itu, anggota Bhayangkari Polres Jombang ini mengaku membuat masker batik Jombangan bukan soal urusan untung atau rugi. Ia mengatakan, biaya produksi dengan hasil penjualannya terbilang impas. Meski begitu, Nunuk mengaku memiliki kebanggan dan kepuasan tersendiri jika ada orang yang memakai masker hasil karyanya

“Kalau dihitung biaya produksi antara lain biaya bahan kain, ongkos jahit, sebenarnya kita tidak bisa mengambil untung. Namun kalau ada orang yang memakai masker batik buatan kami, ada kepuasan tersendiri. Kami merasa senang jika ada orang memakai masker batik buatan saya. Kapan hari malah saya jual Rp 3.500,” imbuhnya.

Disinggung pemesanan masker batik, Nunuk mengatakan tidak hanya dari warga Jombang. Namun juga order dari luar daerah, seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.

“Minggu kemarin, saya sudah kirim ke Luar Jawa, sebanyak 2.500 potong masker batik khas Jombang,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait