Pandemi Covid-19, Inilah Keluhan Pedagang Tikar Pandan di Trotoar Jombang 

Syamsudin saat menjaga dagangan tikar pandan di trotoar depan toko emas Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, Kabarjombang.com – Tidak sedikit geliat usaha di kala pandemi Covid-19 surut pembeli. Demikian ini juga dirasakan Syamsudin (71) seorang pedagang tikar pandan di trotoar  Jalan A Yani  (depan toko emas)  depan Pasar Citra Niaga Jombang.

Syamsudin asal Kediri yang berjualan bersama istrinya itu sudah tiga tahun menjajakan dagangan tikar pandan ini. Dia mengaku baru kali ini merasakan dagangannya sepi pembeli.

Baca Juga

“Biasanya jika situasi normal pembeli selalu ada meski hanya satu  atau dua orang. Sekarang sepi kadang tidak ada yang beli,” ucapnya pada Kabarjombang.com, Jumat (7/8/2020) siang.

Pria renta ini mengaku penjualan tikar pandan selama dua bulan terakhir sepi akibat pandemi Covid-19. Di lokasi yang sama ada sekitar 10 pedagang tikar pandan. Umunya usia mereka sudah renta dan menghabiskan waktu setiap hari di tempat yang sama.

“Ya tidur di sini pakai tikar, makan disini, kalau mandi di ponten sebelah barat pasar. Kalau makan biasanya ada orang yang ngasih atau cuma ngasih sodaqoh tapi tidak beli,” bebernya.

Dikatakan, tikar pandan ini kulakan dari Kecamatan Kabuh. “Ambilnya sana di Kabuh,” katanya.

Tikar  pandan yang dijual ukuran paling besar seharga Rp 120 ribu, ukuran sedang Rp 50 ribu dan ukuran paling kecil Rp 20 ribu.

 

 

INSTAGRAM

[iscwp-slider username="kabarjombangdotcom" dots="false" limit="5" popup="true" popup_gallery="false" show_likes_count="false" instagram_link_text="Ikuti Instagram"]

Berita Terkait