JOMBANG, KabarJombang.com – Sebanyak 200 unit becak listrik disiapkan untuk mengawal kelancaran transportasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, guna mempermudah mobilitas para kiai, masyayikh, dan muktamirin.
Ratusan kendaraan ramah lingkungan bernilai sekitar Rp22 juta per unit ini disalurkan kepada pengemudi becak manual terverifikasi, dengan konsolidasi kesiapan armada yang berlangsung di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang.
Ketua Asosiasi Becak Cas (ABC) Jombang sekaligus bagian dari Seksi Transportasi Panitia Daerah Muktamar NU, Abdul Hamid Hamdah, mengatakan seluruh armada telah dipersiapkan untuk melayani peserta secara gratis di kawasan yang steril dari kendaraan bermotor.
“Layanan transportasi ini gratis bagi peserta yang memiliki ID card. Becak listrik ini sangat membantu mobilisasi karena arena utama muktamar steril dari kendaraan bermotor,” kata Abdul Hamid, Jumat (14/8/2026).
Operasional becak listrik akan diatur melalui jalur khusus yang ditetapkan panitia guna mencegah penumpukan, sementara para pengemudinya telah dibekali kartu identitas resmi serta pelatihan khusus.
Abdul Hamid berharap bantuan tersebut tidak hanya dimanfaatkan selama muktamar, tetapi juga dijaga agar tidak dipindahtangankan serta dapat digunakan untuk menunjang penghasilan sehari-hari.
Ketua Majelis Pengasuh PPBU Tambakberas, KH Hasib Wahab Chasbullah atau Gus Hasib, menyambut positif kehadiran armada ini karena sangat cocok dengan akses jalan pesantren yang relatif sempit. Apalagi, jarak antar-lokasi kegiatan yang hanya sekitar 300 meter membuatnya jauh lebih praktis.
“Kalau pakai mobil justru mengganggu, jadi becak listrik ini solusi paling tepat untuk melayani para kiai sepuh,” ujar Gus Hasib.
Manfaat program ini turut dirasakan Jamil (70), warga Dusun Kauman, Desa Ngoro, yang bersyukur karena becak listrik dapat meringankan beban fisiknya dalam mencari nafkah sekaligus melayani para tamu muktamar.
“Alhamdulillah dapat becak listrik. Ini sangat membantu saya yang sudah tua, apalagi nanti bisa ikut membantu mengantar tamu-tamu muktamar,” tutur Jamil.









