Mengintip Perkembangan Front Pembela Islam (FPI) di Jombang

Ketua DPW FPI Jombang, Muhammad Bin Abu Bakar Assegafdan rekannya, Minggu (15/11/2020). (Foto: Anggraini)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Mendengar kata Front Pembela Islam (FPI), tentu tersentral pada satu tokoh bernama Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq. Organisasi yang terkenal dengan aksi-aksinya yang kontroversial ini, sudah tersebar di berbagai penjuru wilayah do Indonesia. Tak terkecuali Kabuapaten Jombang.

Di Kota Santri ini, FPI sudah ada sejak tahun 2008. Sementara Ketua DPW FPI Jombang saat ini, dijabat Muhammad bin Abu Bakar Assegaf. Setelah abahnya yaitu Abu Bakar Assegaf, berpulang.

Baca Juga

“Pertama kali FPI di Jombang tahun 2008 yang berlanjut sampai sekarang dan saya sendiri yang pegang sejak abah saya meninggal,” ujar Habib Bakar kepada KabarJombang.com, Minggu (15/11/2020).

Dijelaskannya, kepengurusan FPI Jombang telah resmi disahkan oleh pusat dan SK-nya ditandatangani Imam Besar FPI yakni Habib Rizieq Shihab. Kepengurusan FPI Jombang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, Kabid Dakwah, Kabid Sosial, Kabid Pendidikan, Kabid Jihad, dan lainnya. Saat ini, anggotanya mencapai sekitar 100 orang.

“Gerak juang DPW FPI Jombang memang berbeda dengan DPW FPI lainnya, seperti Jember, Pasuruan, Surabaya dan kabupaten atau kota lain. Khusus di Jombang, kita nggak ambil gerak juangnya seperti mereka, kita cuma lebih fokusnya ke sosial dan pendidikan,” ungkapnya.

Bidang sosial tersebut, kata Habib Muhammad bin Abu Bakar Assegaf, seperti santunan, mengadakan penggalangan dana untuk membantu orang-orang yang sedang menderita sakit, juga membantu masyarakat yang rumahnya tidak layak huni.

“Dan kita memang sudah ada timnya sendiri. Semisal ada dari anggota kita yang di lingkungan rumahnya ada yang butuh bantuan, agar dilaporkan ke kita. Namun kita pilih yang paling sangat membutuhkan. Ya itu yang kita ambil, karena tidak mungkin kalau kita memback-up semuanya,” terang Muhammad bin Abu Bakar Assegaf.

Untuk kegiatan di bidang pendidikan, lanjutnya, seperti majelis taklim tanpa menggunakan backgroud atau bendera FPI. Hal tersebut dilakukannya, sebagai dakwah. Dan dalam penyampaian ilmu secara umum, agar pencakupan di masyarakat lebih luas.

“Salah satunya kita bikin kajian-kajian di kampung-kampung. Dan akhir-akhir ini kita juga mengadakan di kafe-kafe yang jamaahnya luar biasa, sekitar 600 orang kemarin. Di situ kita tidak menujukkan FPI, karena memang tujuan kita menyampaikan ilmu,” katanya.

Langkah tersebut, kata Habib, sesuai dengan visi misi dari DPW FPI Jombang, yakni sosial dan pendidikan. Karena di Jombang rata-rata masyarakat belum mengetahui FPI.

“Alhamdulillah di Jombang ini FPI-nya mulai berkembang saat ini. Meski tidak sangat besar. Dalam artian bertambahnya anggota, begitupun dengan simpatisan. Termasuk yang paling banyak itu di wilayah Mojoagung, Sumobito, dan sekitarnya,” bebernya.

Di kesempatan ini, Habib Muhammad bin Abu Bakar Assegaf menyampaikan harapan dan mimpi untuk program FPI ke depan. Dikatakannya, jika batas atau target laskar sudah tercapai sekitar 300 hingga 500 laskar, maka gerak juang FPI Jombang akan mencontoh seperti di pusat.

Ia juga menambahkan, tujuan utama FPI untuk saat ini adalah sosialisasi kepada masyarakat Jombang agar masyarakat benar-benar paham seperti apa FPI sebenarnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait