Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Jombang Tercapai 53,48 Persen

Data hasil vaksinasi Covid-19 tahap 1 dan 2 Provinsi Jatim per 30 Maret 2021. (Istimewa).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com- Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mencatat data hasil vaksinasi Covid-19 tahap 1 dan 2 per tanggal 30 Maret 2021 pukul 18.00 WIB sebanyak 53,48 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P), Dinkes Jombang, dr Wahyu Sriharini mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Jombang telah mencapai 53,48 persen.

Baca Juga

Dengan tiga sasaran yang sudah terlaksana yakni ada sebanyak 5.539 dari sumber daya manusia kesehatan atau tenaga kesehatan, 54.031 dari pelayanan publik, dan 85.061 dari lansia.

Ucapan KFM
iklan podcat Jombang
iklan Ramadhan bkad Jombang
iklan Ramadhan disdik Jombang
iklan Ramadhan Pupr Jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
iklan Ramadhan Satpol PP Jombang
iklan bank jombang kredit
iklan bank jombang nabung
iklan bank jombang

“Untuk nakes yang sudah divaksin tahap satu kemarin yang terdata di kami ada sebanyak 6.506 orang atau 117,46 persen. Tahap dua yang terdata ada 6.304 orang atau 113,81 persen, dari total 5.539 nakes,” kata Wahyu kepada KabarJombang.com, Rabu (31/3/2021).

Selain itu, lanjut Wahyu, untuk YanPublik ada sebanyak 44.768 orang yang telah divaksin tahap 1 atau 82,86 persen. Kemudian untuk tahap dua ada sebanyak 16.115 orang atau 29,83 persen.

Sedangkan, untuk lansia ada sebanyak 3.649 orang atau 4,29 persen yang telah divaksin tahap satu dan yang divaksin tahap dua Dinkes masih proses menunggu dan pendataan.

“Jadi, total vaksinasi pertama yang terlaksana sementara ini yang terdata di kami ada 37,97 persen dan vaksinasi kedua ada 15,50 persen. Sehingga, prosentase vaksinasi tahap satu dan dua sebanyak 53,48 persen per 30 Maret 2021 kemarin,” ujarnya.

Wahyu mengungkapkan, ketidaksamaan data jumlah sasaran dengan jumlah yang divaksin, karena data sasaran tersebut berasal dari dasboard pusat yang tidak selalu terupdate. Sedangkan, yang divaksin merupakan hasil kegiatan berdasarkan data riil.

“Data sasaran itu dari dasboard pusat, tidak selalu terupdate. Yang divaksin itu hasil kegiatan yang dilakukan berdasarkan data riil. Jadi, ya tergantung pusat yang mengatur dashboard,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait