Asal Usul Nama Dusun Kandang Sapi di Kabupaten Jombang

Dusun Kandang Sapi, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. KabarJombang.com/Anggraini Dwi/
Dusun Kandang Sapi, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. KabarJombang.com/Anggraini Dwi/
  • Whatsapp

KESAMBEN, KabarJombang.com – Kabupaten Jombang selain dikenal sebagai kota santri ternyata di setiap desanya memiliki beragam cerita dan sejarah yang tersimpan, termasuk asal usul nama dusun Kandang Sapi, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben.

Pemerhati sejarah Jombang, Dian Sukarno mengatakan nama dusun Kandang Sapi bermula dari munculnya peristiwa babat tanah Jombang melalui cerita Kebokicak Karang Kejambon.

Baca Juga

Dikatakannya, keberadaan Kebokicak sudah ada sejak masa Majapahit akhir, era Kertabumi sekitar tahun 1478 abad 15.

“Orang melihat bahwa Kebokicak (Joko Tulus) Karang Kejambon ini merupakan sebuah legenda, cerita rakyat ataupun cerita tutur dan sebagainya. Tetapi saya melihat Kebokicak itu babat tanah Jombang,” terang Dian kepada KabarJombang.com, Minggu (17/1/2021).

Hal tersebut tak terlepas dari adanya peristiwa pengejaran Banteng Tracak Kencono senjata milik Surontanu (Joko Sendang) oleh Kebokicak hingga memunculkan sekitar 20 lebih nama dusun maupun desa yang ada di Jombang.

Untuk Dusun Kandang Sapi yang berada di Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang ini merupakan sebuah jejak perjalanan yang cukup lama dan panjang waktunya.

“Pada waktu itu, setelah Kebokicak melewati Tengaran karena Surontanu memajang tetenger disitu dari pengejarannya. Kemudian perjalanan dilanjutkan hingga Banteng Tracak Kencono berbaur dengan sapi-sapi milik penduduk,” katanya.seja

Ketika waktu sudah menunjukkan senja, Kebokicak merasa kesulitan untuk menemukan dimana Banteng Tracak Kencono bersembunyi. Dan dibalik itu, Surontanu juga memiliki kesaktian bersembunyi hingga Kebokicak tidak lagi bisa menemukan persembunyiannya.

Saat Banteng Tracak Kencono berbaur dengan sapi penduduk yang ada di kandang desa dan pada saat itu komunitas desa belum terbentuk, hanya vasal-vasal (daerah taklukan) saja yang diketuai oleh tokoh masyarakat setempat.

“Dan oleh Tumenggung Kebokicak di Majapahit itu maka disebutlah daerah itu dengan nama Kandang Sapi. Sejak saat itu lah orang mengenal desa tersebut Kandang Sapi. Yang sekarang ini menjadi Dusun Kandang Sapi, Desa Kedungbetik itu,” paparnya.

Lebih lanjut, Dian menjelaskan saat para penduduk menggiring lembu atau sapi-sapinya ke kandang. “Jadi kandang dulu itu bukan berupa kandang orang per orang tetapi satu desa itu dijadikan satu dengan diberikan tanda khusus dan pembatas atau sekat dari setiap sapi yang dimiliki penduduk situ,” tandasnya.

Sehingga pada waktu itu, sapi disentralkan menjadi satu dan pada masa Majapahit akhir penanganan ternak diatur dalam kitab undang-undang Kutaramanawa Dharmasastra yang menyebutkan bahwa barang siapa yang menelantarkan hewan ternak dan sawah ladangnya dihukum sama dengan pencuri dan dibunuh.

“Maka hal tersebut merupakan salah satu kearifan lokal dari masyarakat Kandang Sapi, yang meletakkan ternaknya pada sentral titik tertentu, pada saat itu,” katanya.

Mengapa jalan yang ada di Dusun Kandang Sapi arah jalannya hanya lurus saja, ternyata menurut Dian, hal tersebut perlu ada kajian tertentu secara mendalam seperti bata kuno, alat-alat rumah tangga.

“Deretan itu ya, bisa jadi dulu ada embrio-embrio beberapa rumah akhirnya memanjang. Dan bisa jadi juga kenapa Kandang Sapi jalannya hanya memanjang barangkali terpengaruh oleh pengejaran Kebokicak dengan Surontanu. Pengejaran itu kan ndak mungkin munyer gitu aja dalam satu desa, pastinya kan lurus, jadi arahnya Kandang Sapi itu lurus. Kita ndak tau, ini baru menerka-nerka dan mencoba merekontruksikan saja,” jelasnya.

Berdasarkan data yang tercatat dalam BPS Jombang tahun 2018, dusun Kandang Sapi merupakan bagian dari 61 dusun dan 14 desa dari Kecamatan Kesamben dengan luas 51,72 km kubik yang ada di Kabupaten Jombang.

INSTAGRAM

Berita Terkait