Asal Usul Nama Desa Paling Romantis di Jombang, Pacar Peluk

Balai Desa Pacar Peluk, Kecamatan Megaluh, Jombang. KabarJombang.com/M Faiz H/
Balai Desa Pacar Peluk, Kecamatan Megaluh, Jombang. KabarJombang.com/M Faiz H/
  • Whatsapp

MEGALUH, KabarJombang.com – Di Kabupaten ada desa yang namanya paling romantis, yakni Pacar Peluk.

Desa Pacarpeluk berada di wilayah Kecamatan Megaluh, terbagi empat dusun yakni Pacar, Dusun Peluk, Dusun Soko dan Dusun Tegalrejo.

Baca Juga

Konon, sebelum jadi desa Pacar Peluk, tempat itu hanyalah sebuah hutan yang tak dihuni. Kemudian, di waktu yang masih belum diketahui, terdapat seorang pendatang yang ingin mengembara. Yakni Mbah Wonoyudho asal Jipang Manolan, Jawa tengah.

Karena masih berupa hutan, dirinya berniat membabat untuk dijadikan tempat tinggal atau permukiman. Setelah memulai membabat, dirinya seringkali ditemui banyak bunga pacar air.

Kemudian, selang beberapa waktu didatangi oleh seorang pengembara juga yang asalnya sama dari Jawa tengah, yakni Mbah Kalam. Diceritakan, bahwa Mbah Kalam tersebut memang ingin membantu Mbah Wonoyudho untuk membabat hutan lebih luas kembali.

Dari situlah mereka saling bahu-membahu, sehingga Mbah Kalam di jodohkan dengan Kik Liyah atau putri dari Mbah Wonoyudho. Sebelumnya Mbah Wonoyudho itu memiliki satu putri dan empat putra yang diantaranya, Kik Wiroyudho, Kik Joyosudho, Kik Reksoyudho dan Kik Ranuyudho.

Untuk tetap bisa bertahan dan memenuhi kebutuhannya, mereka semua saling bersinergi terus melanjutkan membabat hutan dan bercocok tanam. Setelah bersama-sama membabat, mereka berjumpa dengan seorang lelaki yang sedang bersimedi dibawah pohon mangga dengan memakai kupluk kuncir dan bawa bekal nasi yang dikepeli.

Diambil dari penemuan kejadian tersebut, di daerah tempat yang dibuat bertapa itu kini menjadi Desa yang bernama Desa Peluk. Tak selang beberapa lama, Mbah Wonoyudho wafat. Sehingga untuk mengembangkan wilayah pemukimandan area itu dilanjutkan oleh Wiroyudho dan saudara-saudarinya.

Singkat cerita sehingga dari 2 Dusun yang telah menjadi permukiman, ditambah 2 Dusun lagi yakni Dusun Soko dan Tegal Rejo. Setelah itu, sekitar 1870-an mulai dibentuk istilah Lurah atau pimpinan Desa. Pemimpin Desa tersebut pertama kali dijabat oleh Mbah Konde atau cucu dari putra Wiroyudho cucunya Mbah Wonoyudho.

Dari situlah beliau yang memberi nama Desa Pacar Peluk dengan menggabungkan dua nama pedukuhan, Dusun Pacar dan Dusun Peluk. Sehingga bisa membangun Balai Desa yang besar dan megah seperti model Keraton yang sampai sekarang terpantau masih kokoh berdiri. Sehingga beliau menjabat kepala Desa hingga wafat.

Makam Mbah Konde tersebut terletak di sebuah Desa setempat, tentunya di pinggir kali dan dibawah naungan pohon besar di atasnya. Lokasinya masih dekat dengan rumah warga, dan suasananya sejuk menikmati udara sepoi-sepoi dengan suara kali yang tak begitu deras.

Salah satu warga, mengatakan bahwa makam Mbah Konde itu sudah banyak yang mengetahui. Namun demikian seringkali terpantau sepi pengunjung.

“Makam ini sudah banyak yang tahu, akan tetapi pengunjungnya itu ya sepi. Sewaktu-waktu saja, tapi seringkali sepi sih tempat ini. Cuma ramai orang yang pas bersih-bersih di sekitar makam saja,” ujarnya kepada KabarJombang.com, Sabtu (17/7/2021).

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait