Diduga Area Bekas Pemukiman Majapahit, Ditemukan di Lokasi Tambang Galian C Ngoro

Lokasi tambang galian C milik Mujib di Desa Rejoaagung, Ngoro, lokasi penemuan bekas pemukiman kuno. (Foto; Muji Lestari).
  • Whatsapp

NGORO, KabarJombang.com- Sejumlah serpihan benda kuno ditemukan warga di lokasi tambang galian C di Dusun Mlaten, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang, Kamis (17/9/2020).

Selain gerabah, warga juga menemukan sejumlah uang kepeng China dan serpihan keramik yang nyaris rusak. Selain itu, sejumlah struktur bata kuno di lokasi galian tanah uruk itu.

Baca Juga

Temuan lepas di tanah milik Mujib (50) warga setempat ini sekaligus melengkapi temuan sejumlah benda kuno bersejarah di lokasi yang sama sekitar setahun lalu.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, menduga, struktur tersebut diduga merupakan bekas pemukiman warga di era kerajaan Majapahit.

Arkeolog BPBC Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho menjelaskan, temuan struktur bata kuno ini membentang di dua wilayah. Selain di Desa Rejoagung, sebagian struktur bata juga membentang di Desa Jerukwangi, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

“Jadi ada struktur bata dan temuan lepas, baik uang kepeng, gerabah, atau perabotan rumah tangga, seperti pipisan, ulekan, wadah air, banyak disitu, ini dugaan kami bekas pemukiman dengan area luas sekitar 1 hektar. Di wilayah Kediri ada 8 lapis sedangkan di wilayah Jombang ada 5 lapis,” ujarnya.

Namun demikian, untuk memastikan era struktur tersebut, pihaknya harus melakukan penelitian lanjutan secara menyeluruh, mulai dari tehnologi hingga tata ruangnya.

Nah, dari situlah nantinya bisa disimpulkan situs yang diduga bekas pemukiman kuno ini merupakan peninggalan era kerjaaan Majapahit atau sebelumnya.

“Tapi dari strukturnya sementara masih dominan ke Majapahit, termasuk dari porselin yang lebih banyak di jaman Dinasti Yuan, kalau Dinasti Song hanya satu dua saja,” tambahnya.

Sayangnya, situs kuno tersebut kini sudah rusak karena aktivitas tambang galian C yang hingga kini masih berjalan di lokasi tersebut.

Menurutnya, studi lanjutan kemungkinan masih bisa dilakukan. Namun, hanya di wilayah Kediri. Sedangkan di Desa Rejoagung, kondisi situs sudah hancur sehingga tidak ada informasi apapun yanh bisa digali lokasi ini.

“Karena galian sudah melewati lapis budaya, sehingga situsnya rusak, kalau studi lanjutan di Rejoagung, kita tidak akan dapat informasi apapun,” tandasnya.

Sementara, pemilik lahan, Mujib juga sempat menyimpan sejumlah uang kepeng dan bekas mangkuk porselin yang ditemukan ditanahnya itu. Sayangnya, mangkuk tersebut juga telah rusak lantaran terkena kerukan para pekerja.

“Uang kepengnya itu ada dimangkuk porselin, tapi sayangnya mangkuknya pecah,” pungkasnya.

 

 

 

INSTAGRAM

[iscwp-slider username="kabarjombangdotcom" dots="false" limit="5" popup="true" popup_gallery="false" show_likes_count="false" instagram_link_text="Ikuti Instagram"]

Berita Terkait