Bertambah Tiga Kasus Positif Covid-19 di Jombang, Dua di Antaranya Klaster Baru

Juru Bicara Gugus Tugas, Budi Winarno
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Penambahan tiga orang dinyatakan positif Covid-19 di Kabupaten Jombang, Senin, 13 April 2020 jam 15.41 WIB dipastikan, dua di antaranya merupakan klaster baru. Sementara satunya, merupakan klaster Sukolilo Surabaya.

Kepastian ini diungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Budi Winarno, di ruang Media Center Pemkab Jombang, Selasa (14/4/2020). Budi mengatakan, hingga saat ini jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jombang tercatat tujuh orang. (Baca Sebelumnya: Kasus Positif Covid-19 di Jombang Jadi 7 Orang, Ada Klaster Baru?)

Baca Juga

Dia merinci, kasus positif kelima adalah berjenis kelamin laki-laki berusia 45 tahun asal Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Orang tersebut sehari-harinya bekerja sebagai seorang sekuriti di wilayah Surabaya.

Pria tersebut terkonfirmasi positif Corona setelah mengalami gejala sesak nafas pada awal bulan lalu. Dia dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 pada Senin, 13 April 2020 kemarin. Sehingga, kasus kelima ini tidak ada rentetannya dengan kasus pertama hingga keempat.

“Yang bersangkutan mengalami gejala sesak nafas dan dilakukan rapid test di RSUD Jombang, kemudian diisolasi menjadi PDP. Hasil Swab keluar pada 13 April kemarin dan dinyatakan positif,” ujarnya.

Budi melanjutkan, kasus keenam merupakan seorang peserta pelatih petugas haji di Surabaya berjenis kelamin laki-laki berusia 53 tahun. Kasus keenam ini merupakan klaster Sukolilo Surabaya. Namun, sebelummya dia dikategorikan sebagai OTG (orang tanpa gejala).

“Dia merupakan atau sebagai tenaga keagamaan Kabupaten Jombang. Hasil Swab-nya dinyatakan positif pada 13 April kemarin,” imbuhnya.

Sementara kasus ketujuh, juga merupakan seorang laki-laki berusua 58 tahun berasal dari Kecamatan Diwek. Pria yang sehari-hari merupakan seorang guru ini juga kategorikan tertular virus Corona dari klaster baru.

Pria tersebut diketahui terjangkit virus corona setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Adi Husada Surabaya. Dia kini diisolasi di RS tersebut, karena sebelumnya menjalani perawatan penyakit yang dideritanya.

“Jadi kalau kasus ketujuh ini lebih pada ada penyakit penyerta, karena riwayat perjalanan kemana-kemana memang tidak ada. Beliau dirawat karena satu penyakit ke Rumah Sakit di Surabaya, namun yang bersangkutan terkonfirmasi positif,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait