Berawal Dari Hobi, Pemuda Asal Ngoro Sukses Berternak Ular

Rifal Arzona bersama ular-ular di penangkaran ular miliknya.
  • Whatsapp

NGORO, KabarJombang.com – Seorang pemuda asal Desa Sidowarek Kecamatam Ngoro Jombang, memilik hobi yang unik. Bahkan, hobinya ini kini mampu menghasilkan uang jutaan rupiah.

Dia adalah Rifal Arzona. Pemuda berusia 30 tahun ini kini tengah membudidayakan beberapa ekor ular jenis Pyton berukuran besar. Ular-ular ini sengaja di pelihara dan dikembangbiakkan oleh Rifal. Hasilnya kemudian dia jual ke beberapa komunitas pecinta reptil di kawasan Jombang dan beberapa daerah luar kota.

Baca Juga

Rifal mengaku, aktifitas yang dia jalani ini berawal dari hobinya memelihara ular serta kecintaanya kepada hewan. Kini, usahanya mampu mendapatkan penghasilan.

“Berawal dari hobi sebenarnya, terus kenal dengan teman-teman komunitas di Jombang, terus akhirnya pelihara, beli, dan sampai akhirnya punya pikiran ternak. Soalnya pemikiran saya, semua hobi itu kalau kita mau menekuni, bisa menghasilkan,” tutur Rifal.

Saat ini, Rifal beternak berbagai jenis Ular Pyton dari jenis Tiger, Golden Child, Platinum, Normal dan Ular Reticulatus hingga ular-ular yang memiliki motif unik.

Setidaknya, sebanyak 10 ekor ular mampu Rifal jual ke pasaran setiap bulan dengan harga bervariasi, mulai dari harga Rp100 Ribu hingga Rp 1, 5 Juta untuk satu ekor ular.

Dengan demikian, dalam satu tahun, Rifal mampu menjual sekitar 150 hingga 200 ekor ular yang dihasilkan dari aktifitasnya yang sudah berjalan sekitar tiga tahun terakhir ini.

Saat ini, tak kurang dari 25 ekor indukan dari berbagai jenis ular yang dimiliki oleh Rifal. Untuk pemasaran ular-ular yang dihasilkan dari kandang ternaknya, Rifal mengaku tidak menemui kendala karena saat ini sudah banyak bermunculan komunitas-komunitas pecinta ular di berbagai kota di Indonesia.

“Pasarnya luar kota, semua kota sih. Dari komunitas-komunitas penghobi,” imbuhnya.

Dalam hal beternak hewan ular ini, Rifal sempat membagikan pengetahuanya tentang kembang biak salah satu jenis reptil ini. Dimana proses kehamilan ular akan membutukan waktu selama dua hingga tiga bulan. Baru kemudian proses telur keluar. Dari telur keluar sampai menetas, kata dia, butuh waktu 90 hari.

“Masa kawin ular dimulai pada Bulan Mei hingga Bulan Agustus setiap tahunnya. Proses kehamilan ular memakan waktu dua hingga tiga bulan,” bebernya.

Untuk biaya operasional mulai dari kebutuhan makan ular dan kebutuhan yang lain, Rifal harus merogoh kocek sebesar Rp 1, 6 Juta setiap bulan.

Bisnis yang dilakoni Rifal juga tak lepas dari tantangan dan kesulitan. Salah satu kesulitan beternak ular ini kata Rifal yakni, jika sekali gagal, maka harus mengulangi lagi seperti halnya anak sekolah.

“Ulangi setahun kemudian, baru masuk musim tahun berikutnya,” pungkasnya.

 

INSTAGRAM

Berita Terkait