Air Bersumber dari Pantai Selatan, Cerita Mistis Sumber Pengantin (Kemanten) Jogoroto Jombang

Area petirtaan Sumber Pengantin di Desa/Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, saat malam hari. (Foto: Tim Jombang Bukan Misteri)
  • Whatsapp

JOGOROTO, KabarJombang.com – Petirtaan Sumber Pengantin, Dusun Bendungrejo, Desa/ Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, rupanya menyimpan cerita jika sumber airnya berasal dari Pantai Selatan yang selalu dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul.

Tak heran, jika petirtaan ini dipercaya memiliki kekuatan mistis kuat, hingga di area sekitarnya. Dan lagi keunikan lain, air di Sumber Pengantin tersebut, tak pernah habis.

Baca Juga

Selain sebuah petirtaan, juga terdapat makam tokoh pembabat alas bernama Mbah Muslim, sekaligus penemu sumber pengantin tersebut.

Di Sumber Pengantin ini, terdapat dua sumber air yang dipercaya berasal dari pantai selatan. Beraada di bagian selatan, dan utara sudut barat. Hanya saja, sumber di utara, ditutup karena mengundang bahaya. Salah satu bahayanya, berupa lumpur hidup.

“Mengenai sumber air yang berasal dari pantai selatan, memang begitu adanya. Dulunya ada dua sumber air, namun karena dianggap berbahaya karena tanahnya bisa menghisap. Jadinya sama orang dulu, ditutup dan hanya satu yang masih keluar. Dan airnya di sini tidak pernah habis,” tutur Mashud Alimin, salah satu tokoh masyarakat setempat pada tim ‘Jombang Bukan MisteriKabarJombang.com.

Terkait penamaan Sumber Pengantin yang dikaitkan dengan legenda pengantin yang hilang di tempat tersebut, menurut Mashud, adalah cerita fiktif belaka.

“Kalau selama ini beredar mengenai nama Sumber Pengantin itu katanya dulu ada pengantin yang mampir ke sini untuk minum atau memegang air ini kemudian hilang, itu kalau saya bilangnya, adalah cerita fiktif,” jelasnya.

Sebenarnya, lanjut Mashud, asal dari nama Pengantin tersebut diambil dari bahasa Arab yaitu ‘Kuu Mantaini‘. Hanya saja, pihaknya tidak bersedia mengartikan kalimat bahasa Arab tersebut.

“Kalau artinya, biarlah menjadi rahasia. Coba diartikan sendiri saja artinya. Kemudian, karena lidah orang Jawa, istilah itu kemudian menjadi Kemanten. Banyak kan bahasa Jawa yang berasal dari bahasa Arab, tapi karena orang dulu tidak sefasih sekarang. Seperti itu,” ungkapnya.

Sementara area pemakaman di lokasi ini, selain makam Mbah Muslim, Sumber Pengantin juga menjadi tempat pemakaman umum warga tiga dusun. Hingga pada perkembangannya, area pemakaman tersebut ditutup lantaran tidak muat alias penuh.

Terkait kejadian di luar nalar manusia, Mashud mengatakan, banyak kejadian di tempat yang sempat dijadikan lokasi wisata budaya ini. Pemicunya, karena perilaku pengunjung bertentangan dengan penghuni gaib di tempat ini.

“Kalau masalah itu, banyak cerita disini. Karena, makhluk gaib di sini tidak mau kalau di sini dijadikan hal-hal yang tidak baik. Dulu, di sini pernah dipakai kegiatan perkemahan. Entah apa yang dilakukan, waktu pulang ada tiga orang meninggal. Kalau kejadian kesurupan dan yang aneh-aneh, sering terjadi,” terang Mashud.

Sumber Pengantin, sempat menjadi salah satu lokasi wisata di bawah naungan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang. Hanya saja, dalam perkembangannya tidak ramai pengunjung. Meski beberapa kali dicoba untuk dihidupkan kembali menjadi lokasi wisata.

Mengenai hal ini, Mashud mengatakan, sempat mendapatkan bisikan gaib, di mana gaib tidak menyukai kalau Sumber Pengatin dijadikan tempat wisata.

“Kalau dari informasi gaib yang saya terima, pemilik gaib tempat ini lebih suka kalau tempat ini tidak dibuat wisata. Jadi ya seperti ini saja. Kalau mau ke sini ya ke sini, tergantung niatnya. Saya sarankan niatnya baik-baik saja. Karena gaib di sini, kalau keras ya keras, kalau halus ya bisa halus,” tutupnya.

Tonton Videonya:

 

INSTAGRAM

Berita Terkait