JOMBANG,KabarJombang.com-Untuk mengantisipasi kebutuhan medis peserta yang datang dari berbagai daerah. Panitia Muktamar ke-35 NU Tambakberas, Jombang, memetakan sebanyak 17 rest area di jalur menuju Jombang sebagai lokasi pos kesehatan
Koordinator Bidang Kesehatan Panitia Muktamar ke-35 NU, dr. HM Zulfikar As’ad atau akrab disapa Gus Ufik mengatakan perluasan layanan kesehatan tersebut dilakukan agar peserta tidak hanya mendapat penanganan medis ketika tiba di lokasi utama muktamar, tetapi juga selama perjalanan menuju Jombang.
“Masukan dari SC dan OC, kami juga mempersiapkan mulai dari kedatangan di bandara, stasiun, dan beberapa rest area yang mengarah ke Jombang,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).
Hasil pemetaan sementara, sekitar 11 titik rest area berada di jalur dari arah Semarang menuju Jombang. Sementara dari arah timur menuju Jombang, disiapkan sekitar enam titik.
Dengan demikian, sebanyak 17 titik telah dipetakan sebagai lokasi potensial pos kesehatan. Namun, jumlah dan penempatan final masih dalam tahap koordinasi.
Gus Ufik menjelaskan, setiap pos nantinya akan didukung tenaga medis dan tim pendukung. Panitia menggandeng lembaga kesehatan NU di sejumlah wilayah, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, untuk memperkuat layanan di sepanjang jalur kedatangan peserta.
“Kita masih godok dengan kesiapan kita, kemudian koordinasi dengan lembaga-lembaga kesehatan di cabang dan wilayah. Mereka sudah siap membantu dan mendukung. Tinggal kita koordinasikan titik mana, siapa, LK mana, rumah sakit mana,” ucapnya.
Selain di rest area, layanan kesehatan disiapkan di sejumlah pintu masuk peserta, termasuk Bandara Internasional Juanda dan stasiun. Sementara di kawasan utama Muktamar, panitia telah mendapat dukungan dari RSUD Jombang, RSUD Ploso, Dinas Kesehatan, serta rumah sakit-rumah sakit Arsinu.
“Area muktamar sudah siap. Kami didukung RSUD Jombang, RSUD Ploso, Dinas Kesehatan, serta rumah sakit-rumah sakit Arsinu,” ungkap Gus Ufik.
Perluasan layanan tersebut dilakukan karena peserta muktamar diperkirakan datang dari berbagai wilayah di Indonesia.
Panitia pun berkoordinasi dengan lembaga kesehatan di tingkat wilayah maupun cabang untuk memastikan dukungan tenaga medis dan fasilitas kesehatan di jalur kedatangan.
Terkait pembiayaan, panitia telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Jombang.
Dukungan pemerintah pusat dan provinsi diharapkan turut memperkuat skema pembiayaan pelayanan bagi peserta dari berbagai daerah.
“Yang kita layani adalah seluruh muktamirin dari berbagai daerah. Kalau klaim hanya dari daerah Jombang atau Jawa Timur, tentu kita akan melihat jumlah peserta dari berbagai daerah tersebut. Insyaallah dari kementerian maupun provinsi akan mendukung kegiatan kita ini,” ujar Gus Ufik.
Ia menegaskan peserta yang membutuhkan pertolongan medis diupayakan tidak terbebani persoalan biaya pada awal pelayanan.
Penanganan akan diberikan terlebih dahulu, sedangkan mekanisme klaim diselesaikan melalui koordinasi dengan pihak terkait.
“Targetnya seperti itu, insyaallah. Yang penting mereka kita layani dulu, setelah itu sistem klaimnya akan kita atur. Kita sudah koordinasikan dengan pihak terkait,” pungkasnya.









