Antisipasi Gawat Darurat, Peserta Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Sakit Dirujuk RSUD Jombang

Rapat kordinasi layanan kesehatan panitia lokal Muktamar NU ke-35 Tambakberas, Jombang (Kevin Nizar).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com-Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memastikan peserta yang sakit selama muktamar di Tambakberas, Jombang, akan mendapatkan penanganan medis hingga rujukan ke rumah sakit apabila diperlukan.

Wakil Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU Bidang Kesehatan, KH Muhyiddin Zainul Arifin, mengatakan panitia telah menyiapkan tiga posko kesehatan yang beroperasi selama pelaksanaan muktamar pada 27-31 Agustus.

Baca Juga

Tiga posko tersebut berada di Universitas KH Wahab Chasbullah (Unwaha), MTsN 3 Tambakberas Jombang, dan MAN 3 Tambakberas Jombang.

Masing-masing tim kesehatan minimal diperkuat satu dokter dalam setiap shift, perawat, serta satu pengemudi ambulans. Jumlah shift disesuaikan dengan lokasi posko untuk memastikan pelayanan tersedia selama 24 jam.

“Setiap tim sudah ada minimal satu dokter dan tenaga kesehatan pendukung lainya,” kata Muhyiddin.

Selain posko utama, tenaga kesehatan juga ditempatkan di 10 tower yang menjadi lokasi istirahat peserta. Di lokasi tersebut tersedia perawat, Banser Husada, dan tenaga akupresur.

Gus Muhyiddin menjelaskan, peserta yang mengalami sakit atau membutuhkan pemeriksaan dapat langsung datang ke posko kesehatan. Pelayanan pemeriksaan medis tidak memerlukan voucher pijat.

“Kalau masuk ke kurang sehat terus periksa, ya tidak usah pakai voucher, otomatis secara langsung,” ujarnya.

Apabila kondisi peserta membutuhkan penanganan lebih lanjut atau rawat inap, panitia telah berkoordinasi dengan dua rumah sakit milik pemerintah daerah, yakni RSUD Kabupaten Jombang dan RSUD Ploso.

“Kita sudah koordinasi dengan Direktur RSUD Kabupaten Jombang dan Direktur RSUD Ploso. Jadi sudah langsung bisa dibawa ke sana dengan pelayanan khusus untuk peserta muktamar,” jelasnya.

Menurut Gus Muhyiddin, peserta yang memiliki BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan kepesertaannya sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Panitia kesehatan akan membantu proses penanganan dan rujukan apabila kondisi pasien memang membutuhkan pelayanan rumah sakit.

“Kalau mereka memiliki BPJS Kesehatan, maka sudah tidak ada masalah lagi, baik dari Jawa Timur atau luar Jawa Timur, seluruh Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, bagi peserta yang tidak memiliki BPJS dan membutuhkan rujukan, mekanisme pembiayaan akan disesuaikan dengan asal peserta.

Khusus peserta yang berasal dari Kabupaten Jombang dan tidak memiliki BPJS, biaya pelayanan rujukan disebut telah mendapat dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Jombang.

“Untuk yang asalnya dari Jombang ini sudah pembiayaannya tercover Pemda Jombang,” ujarnya.

Sementara bagi peserta dari luar Jombang yang tidak memiliki BPJS, pembiayaan tidak otomatis ditanggung panitia. Panitia akan berkoordinasi dengan pasien dan daerah asalnya terkait penanganan pembiayaan.

“Kalau yang di luar itu nanti secara teknis akan koordinasi dengan masing-masing pasien dan asal, otomatis menjadi tanggungan peserta masing-masing,” jelas Gus Muhyiddin.

Dengan skema tersebut, panitia mengimbau peserta muktamar memastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan sebelum mengikuti rangkaian kegiatan. Peserta yang memiliki BPJS dapat menggunakan kepesertaannya apabila membutuhkan pelayanan lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.

Gus Muhyiddin menegaskan seluruh rangkaian pelayanan kesehatan disiapkan untuk mendukung kelancaran Muktamar ke-35 NU. Tim kesehatan juga akan mengawal berbagai agenda, mulai pembukaan, sidang pleno, hingga sidang komisi di sejumlah lokasi.

Untuk setiap persidangan, panitia juga menyiapkan ambulans, pengemudi, perawat, serta Banser Husada sebagai tim siaga.

“Kita berharap semuanya sehat, muktamar bisa bergembira dan bisa mendapat keberkahan selama muktamar itu,” pungkasnya.

Berita Terkait