Kisah Mbah Alpan, Perajin Bendera 78 Tahun di Jombang yang Kebanjiran Berkah Jelang Kemerdekaan

Tempat produksi bendera di Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang. (Istimewa) 
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Usia senja tak menyurutkan semangat Alfan Efendi untuk terus menjalankan usaha yang telah ditekuninya selama puluhan tahun. Di usianya yang kini menginjak 78 tahun, pria yang akrab disapa Mbah Alpan tersebut masih aktif memproduksi bendera dan umbul-umbul di Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, usaha Mbah Alpan justru mendapat berkah. Sejak sekitar dua bulan sebelum Agustus, pesanan bendera dan umbul-umbul mulai berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat perkampungan hingga instansi pemerintahan.

Baca Juga

Lonjakan pesanan bahkan membuat Mbah Alpan kewalahan memenuhi permintaan pelanggan.

“Kalau dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, peningkatannya cukup tinggi, bisa tiga kali lipat lebih. Biasanya sehari produksi sekitar 40 sampai 70 bendera, sekarang bisa mencapai 400 bahkan lebih setiap hari,” ujar Alfan Efendi, Minggu (9/8/2026).

Usaha produksi bendera tersebut telah dijalankan Alfan sejak 1992. Ketertarikannya terjun ke bisnis ini berawal dari aktivitasnya di dunia politik yang kemudian menginspirasinya untuk membuka usaha produksi perlengkapan perayaan kemerdekaan.

Meski usianya telah lanjut, Alfan tetap turun langsung dalam menjalankan usahanya. Ia tak hanya memproduksi bendera, tetapi juga turut mengantarkan pesanan umbul-umbul kepada sejumlah pelanggan.

Menurut Alfan, harga produk yang dijual bervariasi, tergantung jenis dan jumlah pesanan. Untuk bendera, harganya mulai dari Rp24 ribu hingga Rp30 ribu. Sementara umbul-umbul dibanderol mulai Rp70 ribu sampai Rp150 ribu.

Pesanan yang diterima pun tidak hanya berupa bendera merah putih. Pelanggan juga dapat meminta tambahan sablon berupa logo atau tulisan tertentu sesuai kebutuhan.

“Bukan hanya bendera merah putih, kami juga menerima pesanan yang disablon logo sesuai permintaan pelanggan,” jelasnya.

Tingginya permintaan menjelang bulan kemerdekaan turut meningkatkan omzet usaha yang telah bertahan lebih dari tiga dekade tersebut. Dari usaha produksi bendera itu, Alfan mengaku mampu meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah dalam sebulan.

Bagi Mbah Alpan, lonjakan pesanan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi berkah tersendiri. Di tengah usianya yang tak lagi muda, semangatnya untuk bekerja dan melayani pelanggan tetap terjaga.

Usaha yang dirintis sejak 1992 itu pun hingga kini masih eksis dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi Alfan setiap tahunnya, terutama ketika momentum bulan kemerdekaan tiba.

Berita Terkait