Lagi, Jemaah Haji Jombang Wafat di Makkah

Almarhum Hj. Mauduah Binti Sa'i yang tergabung ke dalam kloter 63 jemaah haji Kabupaten Jombang. (Istimewa/KabarJombang)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com– Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Jombang yang tergabung dalam Kloter 63 dilaporkan meninggal dunia di Kota Makkah setelah menjalani perawatan intensif akibat meningitis dan pneumonia. Dengan wafatnya satu orang tersebut, jumlah jemaah haji asal Jombang yang meninggal selama pelaksanaan ibadah haji 2026 bertambah menjadi tiga orang.

Jemaah yang meninggal dunia diketahui bernama Hj. Mauduah Binti Sa’i (58), warga Dusun Plengkung, Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto, Jombang. Almarhumah mengembuskan napas terakhir, Selasa (9/6/2026) pukul 07.05 Waktu Arab Saudi (WAS) di Saudi National Hospital (SNH), Makkah.

Baca Juga

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jombang, Ilham Rohim, membenarkan kabar duka tersebut. Menurutnya, almarhumah merupakan satu-satunya jamaah dari Kloter 63 yang tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Madinah karena harus menjalani perawatan medis di Makkah.

“Kami baru saja mendapatkan informasi dari petugas pendamping haji bahwa memang ada satu jemaah di Kloter 63 yang tertinggal di Makkah karena sakit. Dan hari ini kami mendapat kabar bahwa beliau telah meninggal dunia,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

Ilham turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya jamaah haji asal Jombang tersebut.

“Kami dari Kemenhaj Jombang turut berduka cita atas wafatnya Ibu Hj. Mauduah Binti Sa’i. Semoga almarhumah husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT,” ucapnya.

Ia menjelaskan, almarhumah masuk dalam kategori jamaah risiko tinggi (risti) berat. Berdasarkan diagnosis tim medis, ia menderita meningitis dan pneumonia sehingga harus mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit.

Menurut laporan yang ia dapatkan, kondisi kesehatan almarhumah mulai menurun sekitar satu pekan setelah tiba di Makkah. Saat itu, ia dirujuk ke Rumah Sakit King Abdul Aziz dan menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).

“Satu pekan setelah datang ke Makkah, beliau dirujuk ke Rumah Sakit King Abdul Aziz dan masuk ruang ICU. Setelah kondisinya membaik sempat dipindahkan ke ruang rawat. Namun setelah Armuzna, beliau dipindahkan ke Saudi National Hospital dan kembali masuk ICU hingga akhirnya meninggal dunia,” ujar Ilham.

Ia menambahkan, sebelum rombongan jamaah haji lainnya berangkat menuju Madinah, sejumlah jamaah sempat menjenguk almarhumah di rumah sakit.

Selama pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), almarhumah juga tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah karena masih menjalani perawatan. Oleh karena itu, pelaksanaan hajinya dibadalkan sesuai ketentuan yang berlaku bagi jemaah yang sakit dan tidak memungkinkan meninggalkan rumah sakit.

Dengan wafatnya Hj. Mauduah Binti Sa’i, jumlah jemaah haji asal Jombang yang meninggal dunia selama musim haji 2026 bertambah menjadi tiga orang. Sebelumnya, dua jemaah asal Jombang, yakni Hj. Rubiansih dan Suyono, juga dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci.

Ilham menjelaskan, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Jombang yang tercatat sebelum kabar wafatnya Hj. Mauduah Binti Sa’i sebanyak 1.260 orang. Namun setelah satu jemaah tersebut meninggal dunia di Makkah, jumlah jemaah haji asal Jombang yang tercatat saat ini menjadi 1.259 orang.

“Sebelum kabar wafatnya Hj. Mauduah, jumlah jemaah haji asal Jombang yang tercatat sebanyak 1.260 orang. Dengan meninggalnya satu jemaah tersebut, jumlahnya saat ini menjadi 1.259 orang,” jelasnya.

Berita Terkait