Empat Kloter Haji Jombang Siap Wukuf di Arafah, Satu Jemaah Dibadalhajikan karena Sakit

Foto: Jemaah haji asal Jombang menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum pelaksanaan wukuf. (Istimewa/KabarJombang)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Sebanyak empat kloter jemaah haji asal Kabupaten Jombang bersiap diberangkatkan menuju Padang Arafah untuk menjalani wukuf sebagai puncak ibadah haji 1447 Hijriah. Namun, satu jemaah dari Kloter 63 dipastikan tidak dapat mengikuti rangkaian ibadah tersebut dan akan dibadalhajikan karena menjalani perawatan medis.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jombang, Ilham Rohim, mengatakan seluruh jemaah dari Kloter 60, 61, dan 62 dalam kondisi siap mengikuti wukuf. Sementara satu jemaah di Kloter 63 masih menjalani perawatan akibat meningitis dan pneumonia.

Baca Juga

“Alhamdulillah, Kloter 60, 61, dan 62 seluruhnya siap berangkat ke Arafah. Namun di Kloter 63 terdapat satu jemaah yang masih dirawat dan akan dibadalhajikan karena hasil diagnosis terakhir menunjukkan meningitis dan pneumonia,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).

Menurut Ilham, jemaah haji Jombang yang tergabung dalam Kloter 60, 61, 62, dan 63 saat ini tengah menjalani persiapan akhir sebelum diberangkatkan menuju Arafah untuk pelaksanaan wukuf pada 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau 26 Mei 2026.

Berbagai persiapan telah dilakukan petugas kloter bersama tenaga kesehatan guna memastikan kelancaran ibadah para jemaah. Persiapan tersebut meliputi pembinaan tata cara wukuf, pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang identitas, hingga distribusi makanan siap saji untuk kebutuhan sebelum dan sesudah Armuzna.

“Petugas kloter dan tenaga kesehatan melakukan pembinaan terkait proses wukuf, pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang, serta distribusi makanan siap saji untuk kebutuhan pra dan pasca Armuzna,” katanya.

Ia menjelaskan, para jemaah haji asal Jombang akan menjalani rangkaian kegiatan di Arafah selama dua hari satu malam. Sementara pelaksanaan wukuf sebagai rukun utama ibadah haji akan berlangsung pada 9 Dzulhijjah mulai pukul 12.00 hingga 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

“Para jemaah akan menjalani rangkaian kegiatan di Arafah selama dua hari satu malam, sedangkan pelaksanaan wukuf dimulai pukul 12.00 sampai 18.00 WAS,” jelasnya.

Selain memastikan kesiapan jemaah, pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang selama pelaksanaan wukuf. Para jemaah akan menempati tenda tertutup yang dilengkapi pendingin udara (AC) dan disusun berdasarkan kloter masing-masing.

Kebutuhan konsumsi juga telah dipersiapkan, mulai dari makanan siap saji sebelum dan sesudah Armuzna hingga penyediaan makanan, minuman, dan buah-buahan selama berada di Arafah.

“Sebelum berangkat ke Armuzna, jemaah diberikan makanan siap saji untuk kebutuhan sebelum dan sesudah Armuzna. Di Arafah juga tersedia tenda ber-AC yang ditempati berdasarkan kloter, serta makanan, minuman, dan buah yang mencukupi,” terangnya.

Ilham mengimbau seluruh jemaah haji asal Jombang untuk tetap mengikuti arahan petugas, menjaga kondisi kesehatan, memperbanyak waktu istirahat, serta mengurangi aktivitas di luar tenda.

“Kami mengimbau jemaah tetap mengikuti arahan petugas kloter, makan yang cukup, istirahat yang cukup, tidak terlalu banyak beraktivitas di luar tenda, dan memperbanyak doa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Yusuf Hasyim, juga melakukan pemantauan kesiapan jemaah Indonesia menjelang pelaksanaan wukuf dengan meninjau sejumlah hotel tempat jemaah menginap dan berkoordinasi dengan petugas pendamping haji.

Berita Terkait