PETERONGAN, KabarJombang.com – Persoalan distribusi pupuk bersubsidi kembali mencuat di Kabupaten Jombang. Sejumlah petani di Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, mengaku kehilangan akses pupuk subsidi setelah nama mereka tidak tercantum dalam data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tahun berjalan.
SA (31), salah satu petani terdampak, mengatakan baru mengetahui persoalan tersebut saat hendak menebus pupuk di kios resmi. Petugas menyampaikan bahwa namanya tidak terdaftar dalam sistem penerima pupuk bersubsidi.
“Selama ini tidak pernah ada kendala. Tapi sekarang nama saya tiba-tiba tidak ada di RDKK,” ujar SA, Sabtu (10/1/2026).
Keluhan serupa disampaikan HM (53). Ia menilai minimnya keterbukaan informasi dari pengurus Kelompok Tani (Poktan) maupun Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) membuat petani bingung. Menurutnya, proses pembaruan dan verifikasi data tidak pernah disosialisasikan secara jelas kepada anggota.
Meski pengurus Poktan menyebut data telah dikirim, kondisi di lapangan justru menunjukkan sebagian petani tidak lagi tercatat sebagai penerima pupuk subsidi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Muchammad Rony, membenarkan kemungkinan terjadinya persoalan tersebut. Ia menjelaskan, penyusunan RDKK dilakukan secara berjenjang oleh Poktan dengan pendampingan PPL, kemudian diverifikasi melalui sistem elektronik RDKK (E-RDKK).
Menurut Rony, hilangnya sejumlah nama petani diduga akibat ketidaksesuaian data, baik identitas kependudukan maupun data lahan, sehingga sistem menolak saat proses verifikasi.
“Banyak data yang tidak lolos verifikasi karena statusnya dianggap tidak valid oleh sistem,” ujarnya.
Meski demikian, Rony menegaskan bahwa petani terdampak masih memiliki kesempatan memperbaiki data agar kembali memperoleh hak pupuk bersubsidi. Petani diminta aktif berkoordinasi dengan Ketua Poktan dan PPL setempat untuk melakukan pengecekan ulang.
“Kami membuka masa perbaikan dan validasi data mulai 12 sampai 20 Januari 2026. Silakan segera melakukan sinkronisasi data kependudukan dan data lahan,” pungkasnya.









