JOMBANG, KabarJombang.com – Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Kabupaten Jombang resmi digelar di Hotel Yusro pada Jumat (8/8/2025), dengan Andik Basuki Rahmat sebagai satu-satunya kandidat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Dengan tidak adanya calon lain yang mendaftar hingga penutupan pendaftaran, Andik dipastikan akan memimpin melalui proses aklamasi.
Dalam keterangannya, Andik menyebut bahwa aklamasi bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari mekanisme untuk menjaga soliditas internal partai. Ia mengapresiasi sikap para kader yang memberikan kepercayaan penuh kepadanya untuk memimpin DPD Golkar Jombang.
“Ini menjadi bentuk kedewasaan politik di internal partai. Dengan hanya satu pendaftar, kami menghindari potensi gesekan dan bisa fokus menyusun kekuatan ke depan,” ungkap Andik.
Setelah Musda, langkah awal yang akan diambil adalah menyusun ulang struktur organisasi DPD dan membentuk tim formatur untuk melengkapi kepengurusan yang akan diajukan ke DPD Provinsi. Ia menargetkan proses pelantikan segera dilakukan agar roda organisasi dapat segera berjalan.
Andik menegaskan, prioritas utama pasca pelantikan adalah melakukan konsolidasi di tingkat kecamatan. Ia berencana menggelar musyawarah di 21 kecamatan se-Kabupaten Jombang untuk menguatkan basis kader di tingkat akar rumput.
“Fokus saya adalah menyusun struktur yang solid dan memperkuat jaringan di bawah. Ini penting untuk persiapan menghadapi agenda politik ke depan, termasuk pemilu,” tuturnya.
Dalam Musda tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, turut hadir dan memberikan arahan strategis. Ia menekankan perlunya revitalisasi peran Partai Golkar melalui implementasi doktrin karya kekaryaan yang lebih membumi.
“Partai Golkar harus lebih hadir di tengah masyarakat, dengan doktrin yang bisa dirasakan manfaatnya. Jombang juga harus mengambil peran penting dalam hal ini,” kata Ali dalam pidatonya.
Ali juga mendorong adanya regenerasi dalam struktur partai. Menurutnya, pelibatan generasi muda sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik Partai Golkar di mata pemilih milenial dan Gen Z.
“Anak muda perlu diberikan ruang dalam struktur. Ini bukan hanya soal representasi, tapi juga soal keberlanjutan partai ke depan,” pungkasnya.









